Hari Anak Nasional 2026 Ajak Wujudkan Generasi Berkualitas
- 23 Jul 2026 11:59 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang mereka. Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", peringatan tahun ini menegaskan bahwa kualitas generasi penerus bangsa ditentukan oleh perhatian dan perlindungan yang diberikan kepada anak sejak dini.
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan yang layak, layanan kesehatan, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan mengembangkan potensi sesuai bakat dan minatnya. Pemenuhan hak-hak tersebut merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi serta perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat, keluarga dinilai tetap memegang peranan utama dalam membentuk karakter anak. Kehadiran orang tua melalui perhatian, komunikasi yang terbuka, dan keteladanan menjadi pondasi penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia.
Seorang ibu sekaligus perawat, Wahidah, menilai perhatian terhadap anak tidak hanya difokuskan pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional. Menurutnya, kasih sayang yang diberikan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian anak.
"Anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian akan merasa aman, dihargai, dan lebih percaya diri. Sebagai orang tua, kita perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka, mendampingi proses belajar, dan mengawasi aktivitas sehari-hari, termasuk saat menggunakan media digital. Hal-hal sederhana itu sangat berarti bagi perkembangan anak," ujar Wahidah saat diwawancarai RRI.CO.ID melalui sambungan telepon, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama bagi anak mengenal nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap, bertutur kata, serta menyelesaikan berbagai persoalan sehari-hari agar anak memperoleh contoh positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Sementara itu, seorang ibu sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN), Fitrisa, mengatakan tema Hari Anak Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa membangun masa depan bangsa harus dimulai dari perlindungan terhadap anak sejak usia dini. Menurutnya, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
"Menyayangi anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan. Anak-anak membutuhkan orang tua yang hadir, mau mendengar, serta memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang berkualitas," kata Fitrisa saat diwawancarai langsung oleh RRI.CO.ID.
Fitrisa menilai tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks, mulai dari pengaruh media sosial, perundungan, hingga perubahan pola pergaulan. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan sekaligus mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadikan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" sebagai slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Kepedulian, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan secara berkelanjutan diyakini akan menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....