Parigi Moutong Perkuat Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

  • 07 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui berbagai program edukasi, sosialisasi, serta peningkatan kapasitas para pendamping di tingkat kecamatan dan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong, Kartikowati, mengatakan pihaknya secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan lingkungan pendidikan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain melakukan sosialisasi, DP3AP2KB juga menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga kepolisian untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak serta memberikan edukasi mengenai perlindungan hukum bagi korban.

"Selain sosialisasi, kami juga terus meningkatkan kapasitas para pendamping kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berada di tingkat kecamatan maupun desa agar penanganan korban dapat dilakukan secara maksimal," ujar Kartikowati, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kasus kekerasan di Kabupaten Parigi Moutong masih didominasi oleh kekerasan terhadap anak, terutama kasus kekerasan seksual. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian besar pelaku merupakan orang-orang terdekat korban, termasuk anggota keluarga.

Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak untuk mendapatkan perlindungan, bukan menjadi lokasi terjadinya tindak kekerasan.

Kartikowati berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat agar angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Parigi Moutong semakin menurun.

"Dengan kolaborasi semua pihak dan meningkatnya kesadaran masyarakat, kami berharap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat terus diminimalisir, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan maupun anak," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....