Banjir Torue Rusak Sawah Siap Panen, Pemkab Gerak Cepat Tangani

  • 03 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kecamatan Torue setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (30/6) malam. Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu, 1 Juli 2026 untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus memetakan langkah penanganan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup menemukan kerusakan cukup parah pada sektor pertanian, khususnya di Desa Purwosari. Sekitar 50 meter persegi area persawahan yang telah memasuki masa menjelang panen tertimbun material tanah dan lumpur akibat luapan banjir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan kondisi pemukiman warga relatif aman, kerugian yang dialami petani dinilai cukup besar karena tanaman padi yang mulai berbuah mengalami kerusakan.

"Kalau untuk warga, alhamdulillah kondisinya aman dan air sudah mulai surut. Namun, hantaman keras justru dirasakan sektor pertanian. Di mana persawahan yang tidak lama lagi mau dipanen, mulai berbuah, justru terkena banjir. Banyak sekali yang rusak," ujar H. Abdul Sahid.

Selain Desa Purwosari, Wabup juga meninjau sejumlah titik rawan lainnya di Kecamatan Torue. Di Dusun 8 Desa Tolai, drainase mengalami kerusakan parah sehingga pemerintah mengajak masyarakat mengikhlaskan sebagian lahan di sekitar saluran air untuk mendukung proses perbaikan. Sementara itu, di Desa Tolai Barat terjadi abrasi yang menyebabkan air sempat merendam rumah warga, sedangkan di Desa Tolai Timur penyempitan saluran air menjadi salah satu penyebab banjir sehingga akan segera dilakukan pelebaran drainase.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa telah menyepakati langkah penanganan darurat guna mencegah dampak banjir semakin meluas. Salah satu prioritas yang akan segera dilakukan adalah penanganan tanggul yang jebol menggunakan bronjong agar aliran sungai kembali terkendali dan tidak mengancam lahan pertanian maupun pemukiman warga.

"Kami dengan Pak Kalak BPBD tadi bersama-sama kepala desa sudah sepakat, insya Allah besok, di mana tanggul yang jebol itu akan diantisipasi secepatnya dengan bronjong. Ini penting supaya dampak banjir tidak meluas lebih jauh lagi ke depannya," tegas H. Abdul Sahid.

Di akhir kunjungannya, Wakil Bupati mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan, terutama dengan membersihkan saluran air secara rutin agar tidak tersumbat sampah. Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Yolanda Mambu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Camat Torue, Bagian Umum, Bagian Prokopim, serta para kepala desa setempat sebagai bentuk sinergi pemerintah dalam mempercepat penanganan pasca banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....