Akademisi Untad Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Informasi Digital
- 25 Jun 2026 13:47 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako (Untad), Ahmad Herman, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital. Kemampuan memilah dan memverifikasi informasi dinilai menjadi kunci penting di tengah derasnya arus komunikasi melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Ahmad Herman mengatakan, penyebaran hoax dan ujaran kebencian masih menjadi tantangan serius yang kerap muncul dalam berbagai momentum politik. Informasi yang tidak terverifikasi sering kali menyebar dengan cepat dan berpotensi mempengaruhi opini publik serta memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Hoax dan ujaran kebencian masih menjadi tantangan serius di era digital. Masyarakat perlu lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkannya sebelum memastikan kebenarannya,” ujar Ahmad Herman, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai sumber berita. Namun, di sisi lain kondisi tersebut juga membuka peluang semakin luasnya penyebaran informasi menyesatkan apabila tidak disikapi secara bijak.
Ia menilai peningkatan literasi digital merupakan salah satu langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Dengan kemampuan literasi yang baik, masyarakat diharapkan mampu membedakan informasi yang valid dengan informasi yang mengandung unsur hoaks maupun provokasi.
“Literasi digital harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif,” tambahnya.
Ahmad Herman juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan sumber informasi yang kredibel serta melakukan pengecekan fakta sebelum membagikan informasi kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya penyebaran hoaks sekaligus menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam memverifikasi informasi terus meningkat sehingga ruang digital dapat menjadi sarana komunikasi yang edukatif, konstruktif, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....