RPL Untad Buol Buka Peluang Kuliah bagi Pekerja Informal

  • 09 Jun 2026 13:16 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diselenggarakan Universitas Tadulako (Untad) di Buol memberikan kesempatan luas bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal. Program ini dinilai mampu mengakomodasi berbagai latar belakang pengalaman kerja dan usaha yang dimiliki calon mahasiswa.

Koordinator RPL Untad Palu DR. Nur Sehang kepada RRI menegaskan bahwa program RPL tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga terbuka bagi pelaku usaha dan pekerja informal yang memiliki pengalaman relevan. Menurutnya, pengalaman kerja maupun usaha dapat menjadi bagian dari proses pengakuan dalam program tersebut.

“Program RPL ini sangat bisa untuk para pekerja, baik pekerja di sektor formal maupun informal,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pada gelombang pertama pelaksanaan RPL, peserta yang diterima berasal dari jalur reguler dan tidak terpusat di Buol seperti pelaksanaan saat ini. Dari pengalaman tersebut, terdapat mahasiswa yang melanjutkan studi di bidang ekonomi manajemen meski tidak bekerja pada instansi tertentu.

Menurut Nur Sehang, mahasiswa tersebut memiliki usaha sendiri sehingga tetap memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. “Mahasiswa itu tidak bekerja, tetapi memiliki usaha. Dia hanya tinggal melampirkan izin usaha yang dimiliki,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mencontohkan seorang mahasiswa Program Studi Teknik Sipil yang berprofesi sebagai kontraktor. Nur Sehang menilai latar belakang tersebut tidak menjadi kendala selama yang bersangkutan memiliki dokumen usaha yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. “Hal itu bukan masalah selama mahasiswa tersebut memiliki izin usaha yang valid, karena RPL sangat bisa mengakomodasi kondisi seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu beranggapan bahwa program RPL hanya dapat dinikmati oleh mereka yang bekerja di sektor formal, seperti aparatur pemerintahan atau pegawai perusahaan. “Kondisi-kondisi seperti itu tidak bisa dipaksakan bahwa yang bisa menikmati RPL hanyalah orang-orang yang bekerja di sektor formal (pemerintahan dsj). Program ini hadir untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat yang memiliki pengalaman kerja maupun usaha,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....