Parigi Moutong Gelar Pelatihan Manajemen Kasus Kekerasan Perempuan & Anak
- 11 Jun 2026 14:49 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong menggelar pelatihan manajemen kasus dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinas P3AP2KB, Rabu, 10 Juni 2026.
Ketua Panitia Saifudin Jemi Roslan menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga layanan dalam menangani kasus kekerasan. “Kami ingin agar tenaga layanan dapat menerapkan manajemen kasus yang terstandar, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan terbaik korban,” ujarnya. Pelatihan diikuti oleh 50 peserta dari berbagai unsur, termasuk UPTD PPA, kepolisian, tenaga kesehatan, pekerja sosial, dan lembaga layanan masyarakat.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Parigi Moutong Kartikowati, SKM., MM. menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan bersama. Berdasarkan data Dinas P3AP2KB, sepanjang 2025 tercatat 67 kasus kekerasan, sementara hingga Juni 2026 telah ada 54 kasus.
Menurut Kartikowati, tingginya angka kasus tersebut menjadi alasan penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga layanan. “Dengan peningkatan kemampuan tenaga layanan, penanganan kasus dapat dilakukan lebih cepat, tepat, aman, dan tetap berperspektif korban,” kata Kartikowati.
Pelatihan menghadirkan narasumber Tenaga Ahli Hukum DP3A Provinsi Sulawesi Tengah, Salma Masri Saguni, SH., MH., yang membawakan materi terkait kebijakan perlindungan perempuan dan anak, standar layanan, serta manajemen kasus. Salma menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga. “Sinergi yang kuat antarinstansi akan memastikan perlindungan optimal bagi korban,” jelasnya.
Selain pembekalan materi, pelatihan juga difokuskan pada praktik manajemen kasus yang melibatkan studi kasus dan simulasi penanganan kekerasan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan layanan yang responsif dan berpusat pada korban.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap tercipta kolaborasi yang lebih efektif antara lembaga pemerintah, penegak hukum, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....