BMKG Tolitoli Imbau Warga Bijak Sebarkan Informasi Bencana

  • 11 Jun 2026 15:44 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat diminta lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial. Informasi cuaca dan kebencanaan yang tidak terverifikasi dinilai dapat menimbulkan kepanikan serta keresahan di tengah masyarakat.

Kepala BMKG Tolitoli, Wahyu Imantoko, mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya saat mengakses informasi terkait cuaca dan aktivitas kebencanaan. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui serta mengikuti akun resmi BMKG maupun lembaga terkait yang secara berkala memperbarui informasi cuaca dan potensi bencana.

“Dengan mengikuti sumber resmi, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat sebagai rujukan dalam melakukan mitigasi maupun mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat bencana,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, tingginya intensitas potensi bencana yang terjadi belakangan ini membuat kebutuhan akan informasi yang valid menjadi semakin penting. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai ataupun membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Gambar Warga Desa Tontoyon Buol yang Panik dengan adanya Issu Tsunami dampak Gempa Philipina, Senin 8 Juni 2026. foto/Soalbuol

Wahyu juga menyarankan agar masyarakat memanfaatkan fitur waktu dan tanggal pada telepon genggam ketika mendokumentasikan suatu kejadian. Hal tersebut dapat membantu pihak berwenang melakukan verifikasi secara cepat apabila terjadi bencana.

“HP sekarang kan bisa diset waktu dan tanggal. Kalau misalnya ada foto atau video yang dibagikan ke grup, pihak yang berkompeten seperti SAR atau BPBD bisa langsung melakukan pengecekan ke lapangan apabila memang terjadi bencana,” katanya.

BMKG Tolitoli mengajak masyarakat untuk selalu mengakses informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi serta meningkatkan literasi digital. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi potensi bencana tanpa menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....