Jaga Deca Ungkap Faktor Utama Minimnya Perjuangan Hak Pekerja di Kabupaten Buol
- 10 Jun 2026 13:58 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Jaringan Jaga Deca menyoroti masih minimnya pergerakan masif dari para pekerja di Kabupaten Buol dalam memperjuangkan hak-hak normatif mereka. Meski sempat ada beberapa aksi, seperti tuntutan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh tenaga kesehatan (nakes) serta pergerakan dari aparatur pemerintah desa, secara umum kesadaran akan hak dinilai belum merata.
Koordinator Prospek Jaringan Jaga Deca, Agrianto, mengungkapkan bahwa ada dua faktor utama yang memengaruhi kondisi ini, yaitu faktor internal dari pekerja itu sendiri dan faktor eksternal dari pihak luar.
Menurut penilaian Jaga Deca, faktor internal pertama yang menjadi kendala adalah minimnya pengetahuan para pekerja mengenai hak-hak dasar yang seharusnya mereka terima. Hak-hak normatif tersebut meliputi perlindungan upah, hak cuti, hingga upah lembur.
"Faktor internal terbagi menjadi dua. Pertama soal pengetahuan tentang hak dia sebagai pekerja yang menurut penilaian kami masih kurang," ujar Agrianto, Senin 08 Juni 2026.
Faktor internal kedua adalah masalah keberanian. Jaga eca melihat masih ada rasa takut di kalangan pekerja untuk menyuarakan hak-hak mereka secara terbuka.
Selain faktor dari dalam diri pekerja, faktor eksternal juga memegang peranan besar. Agrianto menyebutkan adanya tekanan atau intimidasi dari pihak perusahaan yang membuat pekerja yang sudah ketakutan menjadi semakin bungkam.
"Buruh atau pekerja sudah takut, kemudian diintimidasi lagi," tambahnya.
Tak hanya itu, Jaga Deca juga menilai fungsi pengawasan dan sosialisasi dari pemerintah daerah masih lemah. Terkait hal ini, Agrianto sempat menyinggung informasi dari pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buol yang menyatakan bahwa fungsi pengawasan kini bukan lagi menjadi wewenang dinas di tingkat kabupaten.
Meski aspirasi idealnya disuarakan langsung oleh pekerja, Jaringan Jaga Deca menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan. Jaga Deca aktif membangun jaringan luas dan komunikasi untuk membantu kaum buruh memperjuangkan hak mereka.
Saat ini, Jaga Deca tengah mendampingi para buruh perkebunan kelapa sawit dan industri nikel di wilayah Morowali dan Morowali Utara. Melalui pendampingan tersebut, para pekerja perempuan bahkan telah difasilitasi untuk bertemu dengan Komnas Perempuan guna membahas hak-hak pekerja perempuan.
Di Kabupaten Buol sendiri, Jaga Deca mencatat rekam jejak keberhasilan pendampingan pada tahun lalu terhadap buruh perkebunan kelapa sawit di PT. HIP yang sempat dirumahkan. Berkat respons cepat dari Disnakertrans yang bersinergi dengan upaya pendampingan, para buruh tersebut akhirnya dapat dipekerjakan kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....