Tekan Pernikahan Dini dan Stunting, Duta Genre Buol Luncurkan Program "Tombouat"

  • 30 Mei 2026 19:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Angka pernikahan dini dan kasus stunting yang masih tergolong tinggi di Kabupaten Buol memicu kekhawatiran sekaligus kepedulian dari generasi muda setempat. Menanggapi persoalan serius ini, Duta Genre Kabupaten Buol, Jennifer Rebecca Katili, resmi meluncurkan sebuah program kerja inovatif yang diberi nama "Tombouat".

Nama yang terasa akrab di telinga masyarakat Buol ini merupakan singkatan dari Tolak Masalah Bersama, Optimalkan Upaya Anak Tumbuh. Melalui program ini, Duta Genre Kabupaten Buol yang kerap disapa Jennie berkomitmen merangkul para remaja dan anak-anak di Kabupaten Buol guna menekan angka pernikahan dini serta mencegah stunting sejak dini.

Untuk memastikan program Tombouat berjalan efektif dan menyasar target yang tepat, Jennie membagi gerakannya ke dalam dua cabang kegiatan utama, yaitu SAGU (Sajian Gizi Unggul) dan LEMAK (Langkah Efektif Menuju Aksi Nyata).

Program SAGU difokuskan pada pemenuhan gizi remaja putri di Kabupaten Buol melalui edukasi pentingnya konsumsi telur guna mencegah anemia yang menjadi salah satu pemicu stunting di masa depan. Dalam pelaksanaannya, gerakan ini direncanakan berkolaborasi dengan sekolah-sekolah melalui penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, program LEMAK mengambil langkah preventif sejak dini yang menyasar anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga SMA. Melalui program LEMAK, para siswa akan diberikan edukasi komprehensif mengenai pencegahan perundungan, bahaya pernikahan dini, serta pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang mereka.

Jennie menegaskan bahwa Tombouat bukanlah program musiman yang dibuat hanya untuk keperluan perlombaan semata. Demi menjaga konsistensi jangka panjang, Forum Genre Buol tengah mengupayakan kerjasama erat dengan berbagai dinas terkait di pemerintahan daerah.

"Untuk tahap awal, program ini akan diprioritaskan di wilayah Kecamatan Biau sebagai percontohan, sebelum nantinya direplikasi ke kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Buol," ujar Jennie kepada rri.co.id, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menutup perbincangan dengan penuh optimisme, Jennie mengajak seluruh remaja Kabupaten Buol untuk mempersiapkan diri secara mental, fisik, dan pendidikan demi menekan angka stunting serta pernikahan dini. Ia berharap gerakan ini dapat melahirkan generasi muda yang sehat dan cerdas agar Kabupaten Buol bisa segera pulih dan melangkah lebih maju di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....