Desa Yugut Berhasil Tekan Stunting Secara Signifikan
- 23 Apr 2026 14:56 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Pemerintah Desa Yugut, Kecamatan Bukal, terus menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Melalui berbagai program strategis dan pemanfaatan dana desa, angka stunting yang sebelumnya cukup tinggi kini mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Kepala Desa Yugut, Manopo Hadar, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, tercatat sebanyak 20 anak mengalami stunting di desanya. Namun, berkat kerja keras dan konsistensi seluruh pihak, angka tersebut berhasil ditekan setiap tahunnya.
“Tahun 2024 kami tekan menjadi 11 orang, dan berdasarkan data terbaru dari Puskesmas, di tahun 2026 ini jumlahnya tinggal 3 orang saja,” ujar Manopo saat ditemui di Desa Yugut, Kamis 23 April 2026
Keberhasilan Desa Yugut tidak lepas dari pemanfaatan Dana Desa yang difokuskan pada pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah penyediaan ayam petelur untuk memastikan pasokan protein hewani bagi anak-anak stunting dan ibu hamil.
Selain itu, pemerintah desa juga mendorong sektor pertanian lokal untuk menyediakan bahan pangan bergizi seperti sayur-sayuran segar.
“Kami fokus pada pemberian bantuan makanan bergizi dan penanganan ibu hamil. Keterlibatan ibu-ibu pengurus PKK juga sangat krusial dalam menyiagakan dan memantau pemberian pakan agar tetap teratur dan tepat sasaran,” tambahnya.
Meskipun mencatat kemajuan pesat, Manopo mengakui bahwa tantangan terbesar dalam penanganan stunting adalah faktor budaya dan tingkat pengetahuan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang membuat edukasi harus dilakukan secara berulang-ulang.
“Kendala utama adalah faktor sumber daya manusia (SDM). Masalah budaya dan pengetahuan membuat kami harus terus melakukan sosialisasi dan bimbingan secara kontinu agar masyarakat benar-benar paham,” jelasnya.
Menatap masa depan, Pemerintah Desa Yugut optimis dapat mencapai angka nol stunting (nihil). Harapan ini didukung dengan koordinasi yang kuat bersama Puskesmas setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan dan sosialisasi yang lebih intensif.
“Insya Allah, dengan dukungan pembiayaan yang tepat dan pelayanan dari Puskesmas, kami berharap stunting di Desa Yugut bisa benar-benar hilang,” tutup Manopo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....