Perempuan Rentan Jadi Target Sindikat Narkoba di Parimo
- 28 Mei 2026 12:41 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong — Perempuan di Indonesia dinilai semakin rentan menjadi target jaringan sindikat narkoba, baik sebagai pengguna maupun kurir. Faktor ekonomi hingga iming-iming keuntungan besar menjadi alasan utama keterlibatan perempuan dalam bisnis haram tersebut.
Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, mengungkapkan sepanjang tahun 2025 terdapat enam perempuan yang terlibat kasus narkoba di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Sementara hingga pertengahan tahun 2026, tercatat satu kasus perempuan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
“Kalau untuk tahun 2025 sendiri itu ada 6 orang, dari 6 orang itu memang ada sebagian karena ekonomi namun lebih besar karena memang menggiurkan,” jelas IPTU Arbit, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, sindikat narkoba kerap memanfaatkan kondisi ekonomi perempuan serta menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Hal tersebut membuat sebagian perempuan mudah terjerumus dalam jaringan peredaran narkotika.
Sementara itu, Akademisi Universitas Tadulako (UNTAD) Palu, Rusmawaty Rusdin, menilai perempuan yang terlibat narkoba kerap menghadapi tekanan berlapis, baik dari sisi sosial maupun keluarga. Karena itu, penanganan kasus perempuan penyalahguna narkoba tidak cukup hanya melalui proses hukum.
“Perempuan yang terlibat narkoba itu, tidak hanya membutuhkan penegakan hukum, tetapi juga perlindungan rehabilitasi, pendampingan dan pemulihan keluarga,” ungkap Rusmawaty.
Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga dan masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung program rehabilitasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan rehabilitasi dan pemulihan sosial lebih efektif dibanding hanya mengedepankan hukuman pidana semata.
Rusmawaty berharap adanya penguatan edukasi dan pengawasan terhadap perempuan, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh jaringan peredaran narkoba yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....