Hari Buruh,antara Ancaman dan Peluang Ekonomi Baru
- 01 Mei 2026 15:56 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan Hari Buruh tahun ini menghadirkan pesan yang berbeda bagi para pekerja, khususnya di Kabupaten Tolitoli. Isu yang diangkat tidak lagi sekadar berkutat pada tuntutan upah, tetapi lebih pada kemampuan buruh dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Digitalisasi dan literasi keuangan kini menjadi aspek penting dalam menjaga daya saing tenaga kerja di tengah arus otomatisasi industri. Perubahan ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi realitas di berbagai sektor pekerjaan, di mana sejumlah posisi administratif hingga operasional mulai tergantikan oleh sistem digital.
Tokoh masyarakat Kecamatan Galang, Nawir, menilai bahwa peningkatan keterampilan atau upskilling menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Ia menegaskan bahwa meskipun infrastruktur digital mulai menjangkau hingga ke pelosok daerah, tantangan utama justru terletak pada pemahaman masyarakat dalam memanfaatkannya secara bijak.
“Jadi, buruh itu tidak boleh hanya menjadi operator mesin, tapi harus mampu menjadi pengendali teknologi. Pentingnya pelatihan literasi digital memungkinkan pekerja untuk beralih dari tugas-tugas biasa ke peran yang lebih membutuhkan analisis dan kreativitas, sehingga mereka tidak tergilas oleh perubahan zaman,” ujar Nawir kepada RRI.co.id, Jumat (01/05/2026).
Menurutnya, tanpa literasi keuangan yang memadai, digitalisasi justru dapat menjadi ancaman. Banyak pekerja rentan terjebak dalam pinjaman online ilegal maupun investasi bodong yang kini marak menyasar kalangan buruh.
Lebih lanjut, Nawir berharap pemerintah daerah bersama serikat pekerja tidak hanya fokus pada peningkatan kesejahteraan finansial semata, tetapi juga aktif menyediakan pelatihan teknis dan edukasi digital. Dengan bekal tersebut, para pekerja diyakini mampu beradaptasi, berinovasi, dan tetap relevan di tengah gempuran teknologi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....