Perempuan Pengguna Narkoba Perlu Rehabilitasi Menyeluruh

  • 27 Mei 2026 13:00 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Akademisi Universitas Tadulako menilai penanganan terhadap perempuan yang terlibat penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya melalui proses hukum. Pendekatan rehabilitasi dan pemulihan sosial dinilai menjadi langkah penting agar perempuan pengguna narkoba dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Akademisi Universitas Tadulako Palu, Rusmawaty Rusdin, dalam program “Tolitoli Menyapa” mengatakan perempuan yang berhadapan dengan kasus narkoba kerap mengalami tekanan berlapis. Selain menjalani proses hukum, mereka juga menghadapi stigma sosial, keretakan hubungan keluarga hingga kesulitan memperoleh pekerjaan setelah bebas menjalani hukuman.

“Perempuan yang terlibat dengan narkoba itu, tidak hanya membutuhkan penegakan hukum tetapi juga kemudian rehabilitasi, pemulihan keluarga dan juga pemulihan kembali diterima oleh masyarakat,” ujar Rusmawaty Rusdin, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, banyak perempuan pengguna narkoba sebenarnya juga merupakan korban dari lingkungan, tekanan ekonomi maupun persoalan sosial lainnya. Karena itu, pendekatan humanis dan berkelanjutan perlu dilakukan agar mereka tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Ia menambahkan, dukungan keluarga dan masyarakat menjadi faktor utama dalam proses pemulihan. Lingkungan yang menerima dan mendukung dinilai mampu membantu perempuan bangkit dan kembali produktif di tengah kehidupan sosial.

Rusmawaty juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga rehabilitasi, aparat penegak hukum serta masyarakat dalam menciptakan program pemulihan yang lebih efektif dan berkeadilan bagi perempuan pengguna narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....