Johana Jhoni: Lingkungan Keluarga Berperan Besar Menumbuhkan Budaya Literasi
- 22 Mei 2026 16:25 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Rendahnya minat baca pada sebagian anak saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, tetapi juga kurangnya dukungan lingkungan yang mendorong kebiasaan membaca. Karena itu, keterlibatan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
Pegiat literasi dan pengajar, Johana Jhoni, mengatakan anak-anak pada dasarnya memiliki potensi untuk menyukai kegiatan membaca. Namun, kebiasaan tersebut perlu dibangun melalui contoh dan dukungan yang konsisten dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Anak-anak sekarang kalau yang saya lihat itu mereka kurang minat membaca karena kehilangan dukungan lingkungan yang mendukung mereka membaca,” ujar Johana saat diwawancarai rri.co.id beberapa waktu lalu, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia mengaku menemukan kondisi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perilaku anak dapat berubah tergantung pada lingkungan yang mendampinginya. Saat berada dalam suasana yang mendorong aktivitas membaca, anak cenderung lebih tertarik membuka buku dibandingkan bermain gawai.
“Ini saya alami di lingkungan saya sendiri. Dia suka main, tetapi kalau sama saya dia rajin membaca. Namun kalau bersama mamanya, dia lebih asyik bermain game. Jadi memang dukungan lingkungan sangat berpengaruh,” katanya.
Johana menilai orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan belajar anak. Selain menyediakan bahan bacaan, orang tua juga perlu meluangkan waktu untuk mendampingi dan memberikan contoh nyata agar anak terbiasa berinteraksi dengan buku sejak usia dini.
Menurutnya, meskipun pemerintah terus mendorong digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan akses internet di sekolah, budaya membaca buku tidak boleh ditinggalkan. Buku tetap menjadi sarana penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dan daya pikir anak.
“Orang tua harus bisa memberikan dukungan supaya anak-anak mencintai literasi, mencintai buku, dan mau membaca langsung. Jangan hanya mengandalkan handphone. Meskipun sekarang digitalisasi pembelajaran terus didukung, kita tetap harus kembali ke buku,” ungkapnya.
Selain membangun budaya membaca, Johana juga menekankan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan. Menurutnya, anak-anak lebih mudah memahami materi ketika proses belajar dikemas melalui permainan edukatif yang membuat mereka aktif dan tertantang.
“Anak-anak lebih bisa menangkap pelajaran kalau diajak bermain sambil belajar supaya lebih seru dan mereka lebih tertantang. Jangan lupa berikan reward. Dibandingkan hanya menghafal, pola belajar seperti ini lebih mudah ditangkap dan terekam dalam memori mereka,” jelasnya.
Johana berharap para orang tua dan pendidik dapat bekerja sama menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dengan dukungan keluarga, budaya membaca yang kuat, serta metode pembelajaran yang kreatif, anak-anak diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....