Digitalisasi Pendidikan Perlu Diimbangi Budaya Literasi

  • 22 Mei 2026 16:26 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Pesatnya perkembangan digitalisasi dinilai membawa banyak manfaat dalam dunia pendidikan. Akses informasi dan materi pembelajaran kini semakin mudah dijangkau melalui internet. Namun, kemajuan teknologi tersebut juga perlu diimbangi dengan penguatan budaya literasi agar anak-anak tetap mampu memahami kondisi lingkungan secara langsung.

Pegiat literasi sekaligus pengajar, Johana Jhoni, mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan hal positif yang patut disyukuri karena membantu masyarakat memperoleh informasi secara cepat dari berbagai belahan dunia.

“Digitalisasi saat ini tumbuh sangat pesat dan itu sangat membantu kita. Kita bisa mendapatkan informasi tentang dunia tanpa harus keluar dari kamar kita,” ujar Johana kepada rri.co.id, Senin (18/5/2026).

Menurut Johana, kemudahan akses informasi melalui internet membuka peluang pembelajaran yang lebih luas bagi peserta didik. Meski demikian, ia mengingatkan penggunaan teknologi secara berlebihan dapat membuat anak-anak terlalu bergantung pada layar gawai.

“Kadang kalau anak-anak sudah terfokus di situ, dia akhirnya tidak bisa melihat keadaan di lingkungan sekitarnya. Ada tugas yang diselesaikan di aplikasi pembelajaran saja, tetapi dia tidak bisa melihat langsung materi yang diberikan,” katanya.

Ia mencontohkan, anak-anak mungkin mampu menjawab materi pelajaran tentang lingkungan secara teori, tetapi belum tentu memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari karena kurangnya pengalaman langsung.

Johana menilai pembelajaran ideal harus mengombinasikan teknologi digital dengan interaksi nyata di lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih kontekstual dan mudah diingat.

“Internet dan perangkat digital seharusnya menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan satu-satunya sumber belajar,” ujarnya.

Selain itu, Johana menegaskan program digitalisasi pendidikan yang terus dikembangkan pemerintah perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan literasi dasar. Menurutnya, kebiasaan membaca buku tetap penting untuk membangun pemahaman yang lebih kuat dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Kita tidak bisa hanya terfokus pada digital atau internet itu sendiri. Harusnya kita kembali ke buku dan tetap membangun kebiasaan membaca agar anak-anak memiliki pemahaman yang lebih kuat,” ucapnya.

Ia berharap sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang mendorong anak-anak memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus tetap mencintai budaya membaca dan belajar dari pengalaman nyata di sekitar mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....