IPM Era Baru Diminta Jadi Solusi Umat

  • 14 Mei 2026 19:55 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Konpiwil Pra Musywil XVII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Tengah resmi digelar di Kota Cengkeh, Kabupaten Tolitoli, Kamis (14/5/2026). Kegiatan bertema “Khidmat Pelajar Era Baru” itu diharapkan mampu melahirkan kader IPM yang menjadi solusi di tengah berbagai tantangan zaman.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tolitoli, Drs Sunaryo saat membuka kegiatan di Aula MAN Tolitoli menyampaikan ucapan ahlan wa sahlan kepada seluruh kader IPM se-Sulawesi Tengah yang hadir dalam Konpiwil Pra Muswil XVII tersebut.

Menurut Sunaryo, meski Kabupaten Tolitoli berada jauh dari ibu kota provinsi, semangat kaderisasi Muhammadiyah tetap dekat di hati seluruh warga persyarikatan. Ia berharap Konpiwil menjadi energi baru dalam penguatan kaderisasi IPM, khususnya di wilayah 3T Sulawesi Tengah.

“Tema Khidmat Pelajar Era Baru memiliki makna besar. Khidmat bukan sekadar hadir, tetapi sami’na wa atho’na terhadap dakwah Muhammadiyah. Era baru berarti IPM tidak boleh hanya menjadi organisasi seremoni,” ujar Sunaryo.

Ia menilai tantangan pelajar saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya arus digitalisasi hingga persoalan dekadensi moral. Menurutnya, pelajar hidup di tengah media sosial seperti TikTok, Facebook, dan WhatsApp, namun nilai keimanan harus tetap dijaga agar tidak jauh dari masjid dan ajaran Islam.

“Persoalan judi online, bullying, apatis sosial hingga krisis identitas menjadi ancaman nyata. Karena itu IPM harus menghadirkan khidmat yang cerdas, militan dan berilmu. IPM Era Baru harus jadi solusi, bukan penonton,” tegasnya.

Sunaryo juga berharap Musywil XVII IPM Sulawesi Tengah mampu melahirkan pemimpin yang haus ilmu, bukan sekadar pencari jabatan atau popularitas. Ia mengingatkan bahwa kader IPM dibentuk melalui proses kaderisasi seperti Darul Arqom dan Taruna Melati dengan semangat menuntut ilmu sebagaimana dalam QS Thaha ayat 114.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan IPM di daerah 3T seperti Tolitoli, Buol, Morowali Utara, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Menurutnya, IPM harus hadir di sekolah-sekolah pelosok melalui program positif seperti Darul Arqom mini, pelatihan MC, khatib cilik hingga jurnalistik pelajar.

Kegiatan Konpiwil Pra Musywil XVII IPM Sulawesi Tengah tersebut turut dihadiri jajaran PDM dan PDA Kabupaten Tolitoli, pimpinan daerah IPM se-Sulawesi Tengah serta seluruh peserta Konpiwil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....