“Kepala, Pundak, Kerja Lagi” Sal Priadi Kritik Rutinitas Pekerja
- 13 Mei 2026 09:34 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Musisi Indonesia Sal Priadi kembali menghadirkan karya penuh makna melalui lagu berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” yang menjadi Original Soundtrack film Monster Pabrik Rambut. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 4 Juni 2026.
Meski baru dirilis dalam format official lyric video dengan cuplikan adegan film, lagu ini telah menarik perhatian publik dengan perolehan lebih dari 2,5 juta penonton sejak tayang pada 30 April 2026 di YouTube.
Lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” menggambarkan kehidupan pekerja yang terus dipacu oleh tuntutan pekerjaan tanpa henti. Judulnya sendiri menjadi simbol rutinitas melelahkan yang terus berulang setiap hari demi bertahan hidup.
Melalui lirik dan nuansa musik yang gelap, Sal Priadi menghadirkan kritik sosial terhadap sistem kerja yang dianggap menekan dan perlahan merenggut kebebasan individu. Lagu ini memperlihatkan bagaimana banyak orang kehilangan waktu pribadi karena hidup mereka dipenuhi kewajiban pekerjaan.
Selain itu, lagu ini juga menyoroti adanya tekanan serta janji-janji semu dalam dunia kerja yang membuat pekerja tetap bertahan meski berada dalam kondisi melelahkan. Tema tersebut terasa sangat dekat dengan realitas kehidupan banyak masyarakat saat ini.
Sebagai soundtrack film “Monster Pabrik Rambut”, lagu ini semakin memperkuat gambaran kerasnya kehidupan para pekerja pabrik yang menjadi inti cerita film tersebut. Perpaduan lirik emosional dan suasana sinematik menjadikan lagu ini tidak hanya enak didengar, tetapi juga mengandung pesan sosial yang kuat.
Karya terbaru Sal Priadi ini pun mendapat perhatian luas dari pecinta musik Indonesia karena dianggap berhasil mewakili keresahan banyak pekerja modern yang merasa terjebak dalam rutinitas pekerjaan tanpa akhir.
Lirik Kepala Pundak Kerja Lagi – Sal Priadi
Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi
Lidah dan mulut umbar janji, janji, janji
Perutmu pasti akan kenyang dan terisi
| Baca juga: Lurah Leok I Ajak Warga Tertib Adminduk |
Tapi kalau tak menurut, kau disingkirkan ke tepi
Tapi kalau tak menurut, kau disingkirkan ke tepi
Ditimang cara makmur dan berkecukupan
Janji-janji hidup yang lebih gemilang
Meski banyak tanda seru dan peringatan
Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi
Lidah dan mulut umbar janji, janji, janji
Lumbung berlimpah 'kan terjadi, 'kan terjadi
Tapi kalau tak menurut, kau disingkirkan ke tepi
Harap seberkas cahaya
'Tuk lepas dari belenggu
Cekik, cengkeram penuh geram
Bayang-bayang hitam
Bebas, bebas, aku ingin bebas
Lepas, lepas, di langit yang luas
Dan menari-nari, aku ingin bebas
Bebas, bebas, aku ingin bebas
Lepas, lepas, di langit yang luas
Dan menari-nari, aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Aku ingin bebas
Kepala, pundak, kerja lagi, lagi, lagi
Lidah dan mulut umbar janji, janji, janji
Lumbung berlimpah 'kan terjadi, 'kan terjadi
Tapi kalau tak menurut, lenyap tak berbekas nanti
Kalau kau tak menurut, lenyap tak berbekas nanti
Atau mau menurut 'tuk jaya Raga Abadi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....