Bawaslu Tolitoli Gelar Pendidikan Pengawasan Pemilih Pemula Daring

  • 09 Mei 2026 17:32 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tolitoli akan melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) bagi pemilih pemula secara daring. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam mengawal proses demokrasi di daerah.

Kegiatan yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin, 12 Mei 2026 itu akan melibatkan sebanyak 40 siswa SMA sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Tolitoli. Para peserta nantinya akan mendapatkan materi mengenai pengawasan pemilu dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah pelanggaran pemilu.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Tolitoli, mengungkapkan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif menjadi salah satu langkah strategis dalam mencegah potensi pelanggaran.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak pemilih pemula untuk ikut andil dalam melakukan pengawasan partisipatif, terutama dalam pencegahan pelanggaran pada tahapan pemilu maupun pemilukada,” ujar Amriadi saat memberikan keterangan, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan secara daring dipilih agar lebih efektif dan dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Tolitoli tanpa terkendala jarak. Selain itu, metode daring juga dinilai mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang dekat dengan kalangan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta akan diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelanggaran pemilu, peran masyarakat dalam pengawasan, serta mekanisme pelaporan apabila ditemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Bawaslu berharap materi yang diberikan dapat menambah wawasan politik para siswa.

Amriadi menambahkan, pendidikan pengawasan partisipatif bukan hanya sebatas memberikan teori, tetapi juga membangun karakter pemilih muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap kualitas demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap para peserta nantinya dapat menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing dan mampu menyebarkan pemahaman tentang pentingnya menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas,” tutup Amriadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....