Minat Baca Generasi Muda di Toli-Toli Menurun

  • 29 Apr 2026 15:05 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Minat baca di kalangan generasi muda di Kabupaten Toli-Toli mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, seperti rendahnya motivasi, dominasi penggunaan gawai dan media sosial, lingkungan yang kurang mendukung, hingga terbatasnya akses terhadap buku dan fasilitas literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Toli-Toli, Leli Husna Bantilan mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan besar dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.

“Teknologi menghadirkan hiburan instan yang lebih menarik dibandingkan membaca buku, sehingga minat baca cenderung menurun,”ujar kepala dinas perpustakaan kabupaten Toli-Toli Leli Husna Bantilan kepada rri.co.id Rabu 29 April 2026

Meski demikian, dalam satu bulan terakhir terdapat perkembangan positif. Sejumlah sekolah di Kabupaten Toli-Toli mulai mendorong siswa untuk memanfaatkan perpustakaan daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dalam tiga minggu terakhir, tercatat empat sekolah telah mengunjungi perpustakaan untuk menambah wawasan, termasuk dalam pembuatan video sebagai tugas sekolah.

Langkah ini dinilai mampu meningkatkan minat baca sekaligus angka kunjungan ke perpustakaan.

Namun, berdasarkan pengamatan di lapangan, pengunjung perpustakaan justru didominasi oleh masyarakat pendatang yang bekerja di Toli-Toli, baik sebagai aparatur sipil negara maupun pegawai swasta, dibandingkan masyarakat lokal.

Sementara itu, Pengelola Rumah Peradaban SNC Toli-Toli, Sardah Muhdar, menilai penurunan minat baca generasi muda mulai terjadi sejak masuknya era digital. Ia menjelaskan bahwa teknologi memiliki dua sisi, yakni memberikan kemudahan akses informasi, namun juga berdampak pada berkurangnya ketertarikan terhadap buku.

“Ketertarikan terhadap gadget saat ini jauh lebih besar dibandingkan buku, sehingga berdampak pada penurunan minat baca,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membangun budaya literasi sejak dini. Menurutnya, dukungan keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk kebiasaan membaca pada anak.

Pihaknya berharap orang tua dapat lebih aktif mendorong anak-anak untuk gemar membaca di tengah derasnya arus digitalisasi, sehingga generasi muda dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan kembali menjadikan buku sebagai sumber utama pengetahuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....