Anggaran Rp14 Miliar, Petani Buol Kini Bisa Pinjam Alsin dan Drone

  • 23 Apr 2026 14:26 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus memperkuat sektor hilirisasi pertanian. Pada tahun anggaran 2026, Dinas Pertanian mengalokasikan dana sebesar Rp 14 miliar khusus untuk pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsin) guna mendukung produktivitas petani lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Buol, Usman Hasan, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari total pagu anggaran dinas yang mencapai lebih dari Rp52 miliar.

Salah satu terobosan yang menarik perhatian adalah pengadaan teknologi drone sprayer. Drone ini nantinya akan digunakan untuk membantu petani dalam penyemprotan pupuk cair maupun pembersihan lahan dari hama secara lebih efektif dan efisien.

"Kita ada pengadaan drone yang harganya cukup mahal, sekitar Rp 346 juta per unit. Saat ini kita punya empat unit dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar," ujar Usman Hasan dalam arahannya kepada kelompok tani, Kamis 23 April 2026

Mengingat harganya yang fantastis, Usman menekankan bahwa pengoperasian drone tersebut untuk sementara akan dikelola oleh petugas dinas yang terlatih sebelum nantinya dilakukan kaderisasi kepada petani profesional.

Selain drone, Dinas Pertanian Buol juga menyediakan berbagai alat berat dan mesin lainnya, seperti:

  • Hand Tractor
  • John Deere (Alat Berat) sebanyak 10 unit
  • Mesin Panen (Combine Harvester) sebanyak 5 unit baru
  • Alat Sprayer

Usman menegaskan bahwa penggunaan alat-alat ini harus dilakukan dengan sistem satu hamparan. Artinya, petani dalam satu kawasan harus berkoordinasi agar proses pembukaan lahan hingga panen dilakukan secara serempak.

"Saya minta PPL memverifikasi permohonan petani. Jika satu hamparan sudah siap, semua alat akan saya kerahkan ke sana. Jadi lebih efektif, tidak pindah-pindah alat secara acak yang justru membuang waktu," tegasnya.

Terkait biaya, Usman Hasan menginstruksikan agar petani menanggung sendiri biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk alat yang dipinjam. Hal ini dilakukan guna menghindari praktik pungutan liar (pungli) dan fitnah di lapangan.

"Petani cukup beli BBM-nya sendiri, isi sendiri tangkinya. Jangan ada titip-titip uang ke petugas supaya tidak jadi fitnah. Kami sudah siapkan alatnya, silakan dimanfaatkan," tambahnya.

Untuk memudahkan akses, petani yang ingin meminjam alat cukup berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pihak dinas juga menjanjikan kemudahan administrasi, di mana rekomendasi untuk pembelian BBM subsidi di SPBU bisa dilakukan secara digital melalui WhatsApp tanpa harus datang langsung ke kantor dinas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....