Pemkab Buol Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi Daerah

  • 14 Apr 2026 17:39 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Dalam rapat tersebut, dibahas pentingnya intervensi yang tepat sasaran untuk mengendalikan harga komoditas tertentu. Tidak hanya mengandalkan operasi pasar, pemerintah juga menekankan perlunya penguatan stok serta perencanaan produksi berbasis komoditas unggulan daerah.

Perwakilan pemerintah daerah menegaskan bahwa pendekatan yang komprehensif sangat dibutuhkan agar kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui langkah terpadu dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari unsur TNI dan Polri yang menyatakan kesiapan mereka dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah. Selain itu, mereka turut berperan dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Buol Agus Zainal Abidin menyoroti bahwa faktor distribusi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga stabilitas harga. Menurutnya, kelancaran arus barang harus dipastikan agar tidak terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.

“Stok yang cukup saja tidak menjamin harga stabil. Distribusi yang lancar hingga ke pelosok desa menjadi faktor penentu,” jelasnya dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syarif Pusadan menyampaikan bahwa rapat ini menjadi penting mengingat perkembangan harga di Kabupaten Buol cukup dinamis dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan pemantauan, Buol sempat masuk 10 besar nasional dengan kenaikan IPH tertinggi sebesar 4,29 yang dipengaruhi oleh komoditas cabai rawit, daging sapi, dan daging ayam ras.

“Tingginya permintaan, khususnya menjelang hari raya, serta belum stabilnya pasokan menjadi faktor utama kenaikan harga. Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi,” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap dapat menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur dalam mengendalikan inflasi. Sinergi lintas sektor hingga ke tingkat desa diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....