Gula Merah Batu Bota Potensi Ekonomi Lokal Menjanjikan

  • 02 Apr 2026 12:23 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Di tengah rimbunnya perkebunan kelapa dan kakao di Dusun Batu Bota, Desa Dadakitan, tersimpan potensi ekonomi yang menjanjikan melalui industri rumahan gula merah. Produk olahan nira kelapa yang diproduksi secara tradisional ini dinilai mampu menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Produksi gula merah di Dusun Batu Bota hingga kini masih mempertahankan metode turun-temurun. Warga setempat tetap menggunakan kayu bakar dalam proses pengentalan nira, yang menghasilkan aroma khas serta tekstur lebih padat dibandingkan gula produksi pabrikan.

Salah satu pelaku usaha, Pak Emmang, mengungkapkan bahwa produksi gula merah yang dihasilkan memang tidak sebanyak produksi pabrik. Namun demikian, kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses pembuatannya.

“Jadi gula merah dari Batu Bota ini memang dari dulu sudah dikenal karena keasliannya. Saya tidak menggunakan bahan pengawet kimia, apalagi pembungkusnya masih menggunakan daun pisang kering sehingga rasa manisnya lebih alami dan tahan lama,” ujarnya kepada RRI.co.id, Kamis (2/4/2026).

Meski memiliki kualitas yang mumpuni, industri gula merah Batu Bota masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal pemasaran. Selama ini, penjualan masih bergantung pada tengkulak lokal dan pasar tradisional sehingga nilai jual produk belum maksimal.

Pak Emmang berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah serta pemangku kepentingan, khususnya dalam bentuk pelatihan dan akses permodalan. Menurutnya, dengan pemanfaatan digital marketing, gula merah Batu Bota berpeluang besar menembus pasar oleh-oleh khas daerah hingga menjadi bahan baku industri kuliner di kota-kota besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....