DPRD Tolitoli Tekankan Penegakan Disiplin ASN Pasca Libur Idul Fitri

  • 01 Apr 2026 08:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Anggota Komisi A sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemy Yusuf, menegaskan pentingnya penegakan disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai kembali bertugas pasca libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif bersama RRI Tolitoli, Rabu (25/3/2026).

Jemy menyatakan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dikeluarkan pemerintah pusat sebenarnya lebih relevan untuk mengurai kemacetan di kota-kota besar. Menurutnya, kondisi geografis dan mobilitas di Kabupaten Tolitoli cenderung lancar, sehingga tidak ada alasan bagi ASN untuk menunda pelayanan tatap muka.

"Di Tolitoli hampir tidak ada kendala kemacetan. Jarak tempuh antar wilayah sangat singkat, sehingga tingkat kepatuhan harusnya bisa maksimal. Kami di DPRD akan meminta data presensi dari BKPSDM untuk mengevaluasi sejauh mana realisasi kedisiplinan pegawai di hari pertama ini," ujar Jemy.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar instansi pemerintah tidak ragu menerapkan sanksi tegas sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN. Ia menekankan bahwa pemberian sanksi tidak boleh "tajam ke bawah tapi tumpul ke atas."

"Jangan sampai hanya staf yang ditekan disiplin, sementara pimpinan OPD tidak memberikan teladan. Budaya paternalistik kita sangat kuat; bawahan akan melihat dan mencontoh atasannya. Jika pimpinannya disiplin, maka stafnya akan mengikuti," tambahnya.

Jemy juga memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, yang membatalkan jadwal ibadah umrah demi mematuhi regulasi dan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, sikap kepala daerah tersebut harus menjadi barometer bagi seluruh kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam menjaga integritas pelayanan publik.

Menutup pernyataannya, Jemy berharap momentum pasca Ramadhan dapat meningkatkan etos kerja para aparatur negara. "Kita baru saja digodok selama sebulan penuh untuk disiplin beribadah. Harapannya, nilai-nilai tersebut terimplementasi dalam profesionalisme kerja, terutama di sektor-sektor pelayanan vital," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....