Tim Karantina Kesehatan Tolitoli Awasi Penumpang di Arus Balik

  • 27 Mar 2026 20:12 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Tim Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan wilayah kerja Tolitoli melakukan pengawasan ketat terhadap para penumpang selama masa arus balik Lebaran 2026. Pengawasan dilakukan di Pelabuhan Dede Tolitoli dan Bandara Sultan Bantilan Tolitoli sejak 13 Maret 2026 hingga saat ini.

Kepala Wilayah Kerja Tolitoli Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Nur Aiman menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesehatan penumpang baik yang tiba maupun yang berangkat. “Kami dari karantina dalam situasi khusus lebaran ini di pelabuhan kami mengadakan pengawasan para penumpang yang tiba dan berangkat. Jadi kami melihat dari situasi khusus ini, para penumpang yang tiba, kami mengadakan pemeriksaan awal saja yaitu mengecek suhu dari para penumpang yang tiba,” ujar Nur.

Selain pemeriksaan kesehatan penumpang, tim karantina juga mengawasi sarana transportasi. Menurut Nur, pengawasan ini mencakup alat angkut baik orang maupun barang, khususnya kapal yang tiba dan berangkat dari pelabuhan. “Kami mengadakan pengawasan alat angkut baik orang maupun barang yang ada di pelabuhan. Khususnya kapal yang tiba dan kapal yang berangkat,” tambahnya.

Selama pengawasan arus balik kali ini, pihak karantina belum menemukan adanya penyakit menular yang termasuk dalam daftar penyakit karantina. “Kalau untuk sementara dalam pengawasan alat angkut kami di situasi khusus ini ya, di arus balik ini, kami belum menemukan penyakit karantina ya, penyakit menular seperti campak, kayak gitu ya, dan penyakit kuning yang mana itu masuk penyakit karantina. Tapi Alhamdulillah dalam pengawasan kami selama ini, belum kami temukan penumpang yang membawa penyakit seperti yang saya sebutkan tadi,” jelasnya.

Kesehatan penumpang tetap menjadi perhatian utama tim karantina. Ibu Nur mengimbau agar para penumpang tetap menjaga kondisi fisik dan kebersihan selama perjalanan. “Kalau dari kami karantina, penumpang diimbau untuk menjaga kesehatan dalam perjalanan, supaya dalam perjalanan itu kita dalam keadaan sehat. Karena dalam perjalanan seperti ini, kalau kita tidak menjaga kondisi kita, apalagi lelah dalam perjalanan jauh, jadi itu yang kami utamakan adalah kesehatan dari para penumpang,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, kasus kesehatan yang paling sering ditemukan adalah hipertensi, terutama pada penumpang lanjut usia. “Alhamdulillah yang tercatat selama ini kasus yang kami dapatkan yang lebih banyak yaitu kasus hipertensi. Hipertensi kadang dari para lansia yang kami temukan ada beberapa orang di Pelabuhan Tolitoli,” kata Nur.

Selama pengawasan sejak 13 Maret 2026, dari sekitar 800 penumpang yang diperiksa, hanya 13 orang yang ditemukan mengalami hipertensi. Selain itu, keluhan lain yang muncul di antaranya nyeri lutut pada lansia. Hal serupa juga ditemukan di Bandara Sultan Bantilan.

Kegiatan pengawasan ini tidak hanya menjaga kesehatan individu, tetapi juga mencegah potensi penyebaran penyakit menular di wilayah Tolitoli. Tim karantina bekerja sama dengan petugas pelabuhan dan bandara untuk memastikan prosedur kesehatan dijalankan dengan baik dan tertib.

Dengan pengawasan yang rutin dan terstruktur, masyarakat diharapkan dapat bepergian dengan aman dan tetap sehat. Pihak karantina menegaskan pentingnya kesadaran penumpang untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, sehingga arus balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman bagi semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....