Perbedaan Idulfitri Ujian Kedewasaan Bagi Umat Islam
- 20 Mar 2026 12:28 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Perbedaan dalam beragama Islam, khususnya terkait penetapan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Miladiah, merupakan sunnatullah yang tidak dapat dihindari. Keragaman ijtihad justru menjadi bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam yang perlu disikapi secara bijak oleh seluruh umat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Tolitoli, Risman, dalam menyikapi perbedaan pandangan yang kerap muncul dalam penentuan hari besar keagamaan.
Menurutnya, perbedaan dalam Islam sejatinya bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi dan memperkaya pemahaman umat. Ia menegaskan bahwa keberagaman tersebut juga menjadi ujian kedewasaan dalam beragama, khususnya dalam menjaga sikap toleransi.
“Perbedaan dalam beragama adalah sunnatullah. Ini adalah bentuk keragaman ijtihad yang harus kita hormati bersama, bukan untuk diperdebatkan secara berlebihan hingga menimbulkan perpecahan,” ujar Risman.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai toleransi, dialog, serta upaya mencari titik temu dalam menghadapi perbedaan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu menjaga sikap saling menghargai.
Dalam momentum Idul Fitri, Risman juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, agar suasana kebersamaan tetap terjalin meskipun terdapat perbedaan dalam pelaksanaan hari raya.
“Kita harus menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghormati, apalagi dalam momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri ini,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh umat Islam di Kabupaten Tolitoli untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan damai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....