Harmoni Keberagaman Agama di Bumi Pogogul Buol
- 16 Mei 2026 17:44 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol — Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman etnis, budaya, dan keyakinan masyarakat. Melalui penguatan nilai toleransi dan moderasi beragama, daerah yang dikenal sebagai Bumi Pogogul itu dinilai berhasil menciptakan stabilitas sosial dan kedamaian di tingkat regional.
Pemerintah Kabupaten Buol bersama Kementerian Agama serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus bersinergi memperkuat fondasi kebersamaan agar tetap terjaga di tengah dinamika perkembangan zaman.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni pembentukan Kampung Moderasi Beragama (KMB) di Desa Modo 1 Kecamatan Bukal dan Desa Boilan 1 Kecamatan Tiloan. Kedua wilayah tersebut menjadi miniatur keberagaman masyarakat Buol yang hidup berdampingan secara damai meski berbeda agama dan latar belakang budaya.
Masyarakat di dua desa tersebut dikenal menjunjung tinggi nilai gotong royong, toleransi, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Asisten II Setda Buol, Syarif Pusadan, mewakili Bupati Buol saat menghadiri program talk show yang diselenggarakan Studio Kolaborasi RRI Buol menegaskan, kondisi aman dan kondusif di Kabupaten Buol merupakan hasil keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan FKUB.
“Kehidupan yang rukun dan damai dalam keragaman terwujud karena konsepsi moderasi kita tidak menggunakan istilah perangi atau singkirkan, melainkan merangkul dan mengayomi,” ujar Syarif kepada RRI.co.id, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, ruang-ruang dialog yang terus dibangun menjadi langkah efektif dalam mencegah potensi konflik sosial sejak dini sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Syarif juga menambahkan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar pelengkap administrasi pemerintahan, tetapi menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Investasi, pembangunan infrastruktur, hingga kesejahteraan masyarakat hanya dapat berjalan maksimal apabila stabilitas keamanan dan ketenteraman masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Buol membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukan menjadi pemisah, melainkan kekuatan yang memperkokoh persatuan di Sulawesi Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....