Penjelasan Pemkab Terkait Perubahan Desain Proyek Jembatan Salu

  • 09 Mar 2026 19:25 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Pemerintah Kabupaten Tolitoli memberikan penjelasan terkait perubahan desain pada proyek pembangunan Jembatan Salu yang sebelumnya ramai diperbincangkan dalam sejumlah pemberitaan. Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai proses perencanaan serta pertimbangan teknis yang dilakukan pemerintah daerah.

Dikutip dari laman resmi media sosial Prokopim Setdakab Tolitoli, pada Tahun Anggaran 2024, pembangunan jembatan tersebut awalnya direncanakan dengan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Desain yang digunakan pada tahap awal adalah jembatan gantung dengan tiang penyangga di bagian tengah, mengikuti konsep jembatan sebelumnya yang dibangun pada tahun 2008 di lokasi yang sama.

Namun demikian, jembatan lama diketahui mengalami kerusakan setelah tiang penyangga di bagian tengah tergerus arus air. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi teknis terhadap rencana pembangunan jembatan yang baru.

Pemerintah daerah telah melaksanakan dua kali proses tender pada tahun 2024. Akan tetapi, tidak ada penyedia jasa konstruksi yang memasukkan penawaran dalam proses tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah tingkat kesulitan teknis pekerjaan, khususnya pada pembangunan tiang penyangga di tengah bentang jembatan.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Tolitoli kemudian melakukan konsultasi teknis dengan Balai Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Konsultasi tersebut dilakukan untuk memperoleh masukan teknis dalam penyempurnaan desain jembatan.

Dari hasil konsultasi tersebut, disarankan agar desain jembatan gantung penyeberangan orang tidak menggunakan tiang penyangga di tengah bentang. Pertimbangan tersebut antara lain karena keberadaan tiang tengah berpotensi mengganggu ruang aktivitas nelayan di bawah jembatan serta berisiko terdampak arus pasang surut air laut.

Selain itu, hasil pemeriksaan kondisi tanah di lokasi menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman sekitar 8 hingga 14 meter. Berdasarkan temuan tersebut, desain jembatan kemudian direviu dengan menghilangkan tiang tengah dan menggunakan pondasi tiang pancang pada kedua sisi jembatan sebagai sistem struktur utama.

Berdasarkan hasil reviu desain tersebut, kebutuhan anggaran pembangunan jembatan menjadi sebesar Rp 3,195 miliar yang kemudian dialokasikan melalui APBD Kabupaten Tolitoli Tahun Anggaran 2025. Pemerintah Kabupaten Tolitoli menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus mengedepankan pertimbangan teknis, aspek keselamatan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....