Persiapan Tanam April–September, Jemi Yusuf Tinjau Langsung

  • 07 Mar 2026 10:56 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, melakukan peninjauan langsung ke lokasi persawahan setelah berakhirnya masa panen Oktober–Maret 2025–2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan petani menghadapi musim tanam berikutnya sekaligus memantau kondisi sarana pertanian di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Jemi Yusuf mengecek kondisi lahan pertanian dan berdialog langsung dengan para petani setempat. Ia menekankan pentingnya memastikan ketersediaan sarana produksi agar proses tanam pada periode April–September 2026 berjalan lancar.

“Persiapan sejak awal sangat penting, mulai dari ketersediaan benih berlabel, pupuk bersubsidi, hingga perbaikan jaringan irigasi. Semua ini harus tersedia agar petani tidak mengalami kendala saat menanam,” ujar Jemi Yusuf saat meninjau area persawahan.

Ia menjelaskan, saat ini produksi benih berlabel baru memenuhi 10–20% kebutuhan petani di Tolitoli. Selain itu, pupuk bersubsidi perlu disiapkan untuk 9.165 hektar sawah LP2B dan ekstensifikasi cetak sawah tahun 2025 seluas 110 hektar. Dan juga mendorong perbaikan jaringan irigasi yang rusak mencapai 52%, sehingga pengaturan distribusi air melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) menjadi sangat penting.

Selain itu, Jemi mendorong penghitungan kebutuhan dan ketersediaan mesin pengolah tanah seperti traktor dan jonder, serta mesin panen padi (combine harvester). Hal ini untuk mencegah kerugian petani akibat hilangnya hasil panen karena tidak tersedianya alat atau bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mesin.

Ia juga menekankan pentingnya rembug tani yang melibatkan petani dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini dianggap perlu untuk menyepakati jadwal tanam pada musim tanam Oktober–Maret 2026, agar koordinasi lebih baik dan produktivitas pertanian meningkat.

Menurut Jemi, kegiatan peninjauan ini bagian dari fungsi pengawasan yang dijalankan sebagai anggota DPRD Kabupaten Tolitoli. Fungsi pengawasan ini bertujuan memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di daerah.

“Kami ingin memastikan ketahanan pangan di Kabupaten Tolitoli tetap kuat, sehingga dapat membantu mengendalikan inflasi yang saat ini cukup tinggi. Selama empat sampai lima bulan terakhir, inflasi di daerah kita tercatat tertinggi di Sulawesi,” pungkas Jemi Yusuf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....