Rendahnya Minat Petani Jadi Tantangan Kedelai Tolitoli
- 04 Mar 2026 14:12 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli menanggapi instruksi Menteri Pertanian terkait percepatan swasembada kedelai nasional. Instruksi tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor komoditas kedelai.
Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distapanghorti) Kabupaten Tolitoli Nasruddin saat diwawancara RRI pada Rabu, 4 Maret 2026 menyampaikan bahwa kondisi pertanaman kedelai di Kabupaten Tolitoli dalam dua tahun terakhir tergolong sangat minim. Hal tersebut diduga disebabkan oleh rendahnya minat petani untuk membudidayakan komoditas kedelai. Karena itu, pihaknya mengimbau agar ada dorongan bersama untuk meningkatkan ketertarikan petani terhadap tanaman tersebut. Ia juga menyarankan agar program tersebut dapat dimasukkan dalam Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dengan dukungan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat guna memperkuat pendampingan di lapangan.
Menurutnya, upaya ini sejalan dengan penekanan dari pemerintah pusat agar daerah tidak hanya berfokus pada komoditas utama seperti padi dan jagung, tetapi juga mengembangkan tanaman pangan lainnya, termasuk kedelai. Ia menambahkan bahwa pihak kementerian terus melakukan pemantauan dan mendorong langkah strategis agar ke depan pengembangan tanaman kedelai di Kabupaten Tolitoli dapat berjalan lebih optimal.
"Jadi dalam hal ini mungkin dari pihak Kementerian Pertanian sudah memantau bagaimana supaya kedepannya kita ini bisa untuk mengembangkan tanaman kedelai ini juga di Kabupaten Toli-Toli." ujarnya.
Nasruddin menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir, khususnya pada 2025, luas tambah tanam (LTT) kedelai yang tercatat di tingkat lapangan hanya mencapai 3,9 hektar. Luasan tersebut diperoleh berkat bantuan benih yang bersumber dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Ia menuturkan bahwa Dinas Tanaman Pangan sangat berterima kasih atas dukungan tersebut karena kolaborasi yang terjalin dinilai mampu membantu meningkatkan pertanaman kedelai di lapangan. "Kami dari Dinas Tanaman Pangan sangat berterima kasih karena bisa berkolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan pertanaman kedelai ini di tingkat lapangan." ungkapnya.
Sementara itu, pada 2026, luas tambah tanam yang tercatat di Dinas Tanaman Pangan baru mencapai 0,5 hektare. Nasruddin menjelaskan bahwa luasan tersebut juga masih berasal dari bantuan benih yang diberikan oleh Komandan Lanal Tolitoli, sehingga dukungan lintas sektor masih menjadi faktor penting dalam pengembangan tanaman kedelai di daerah tersebut.
Nasruddin mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir tidak ada lagi penanaman kedelai di wilayah Tolitoli. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya komoditas itu sempat dibudidayakan meski dengan luas lahan yang sangat terbatas. Kondisi ini terjadi karena minimnya lahan yang tersedia serta rendahnya minat petani untuk menanam kedelai, sehingga komoditas tersebut kini nyaris tidak lagi dikembangkan. "Karena mungkin tadi yang saya sampaikan, bahwa minat petani untuk menanam kedelai ini sangat kurang." ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....