Salat Gerhana Bulan di Tolitoli Jadi Momentum Muhaasabah
- 03 Mar 2026 18:37 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tolitoli melaksanakan shalat gerhana bulan total secara berjamaah di Masjid Al Falah, Dusun Kobulungan, Desa Lelean Nono, Kabupaten Tolitoli, pada malam terjadinya fenomena alam tersebut pada Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus, anggota, serta masyarakat sekitar yang antusias menyambut momen gerhana bulan total.
Sekretaris PDM Tolitoli yang juga menjadi Imam saat shalat gerhana Rustam saat dihubungi oleh RRI mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menjadikan momentum gerhana sebagai sarana muhasabah diri. Ia menekankan pentingnya memperbanyak doa, istighfar, serta amal kebajikan selama dan setelah terjadinya gerhana bulan total.
Ia menyampaikan bahwa shalat gerhana dilaksanakan di Masjid Al Falah. Ia menjelaskan, waktu pelaksanaan shalat gerhana berlangsung pada pukul 18.50 hingga 19.50. Kemudian dilanjutkan khutbah gerhana serta shalat isya berjamaah hingga lanjut shalat tarawih dan witir.
"Para jamaah, karena memang kami sudah tetapkan, sebelum salat isya kita sudah melaksanakan shalat gerhana bulan, ya. Itu dua rakaat shalat gerhana, kemudian dilanjut dengan khutbah gerhana bulan."
Rustam menyampaikan bahwa dalam khutbah gerhana bulan, ia menjelaskan kepada masyarakat mengenai proses terjadinya gerhana secara ilmiah, yakni perputaran bumi, posisi matahari yang terbenam, serta pergerakan bulan. Ia juga menyinggung masih adanya kepercayaan lama di masyarakat yang menyebut gerhana terjadi karena bulan “ditelan raksasa”. Melalui khutbah tersebut, Rustam berupaya meluruskan pemahaman tersebut dengan menegaskan bahwa gerhana bulan merupakan fenomena alam yang terjadi secara berkala setiap tahun dan merupakan bagian dari ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
"Karena pada zaman dulu kepercayaan masyarakat bahwa ketika bulan hilang itu katanya ditelan raksasa, ya. Makanya itu yang kita pahami kepada masyarakat, bahwa gerhana bulan ini memang terjadi setiap tahun yang sudah dianugerahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada kita semua." ujarnya.
Rustam menekankan dalam khutbahnya, pihaknya berusaha memperjelas perbedaan antara tahayul, bid’ah, dan khurafat. Ia menekankan pentingnya untuk tidak mempercayai ketiganya, sesuai ajaran Nabi Muhammad dan anjuran pendiri Muhammadiyah.
Selain di Dusun Kobulungan, PDM Kabupaten Tolitoli juga melaksanakan shalat gerhana di Masjid Darul Arqam, Kelurahan Baru dengan Imam sekaligus Khotib untuk shalat gerhana Drs. Alias Moh Kasim.
Pelaksanaan shalat gerhana ini menjadi wujud komitmen PDM Tolitoli dalam membina kehidupan keagamaan umat di wilayah tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami tuntunan syariat dalam menyikapi fenomena alam sekaligus mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....