DTSEN Jadi Acuan Penyaluran Bansos Tolitoli 2025 Nasional
- 23 Feb 2026 16:10 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi acuan utama penyaluran bantuan sosial tahun 2025. Kebijakan ini bertujuan memastikan bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dengan mengacu pada data sosial ekonomi terbaru yang telah terintegrasi secara nasional.
Penyuluh Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli sekaligus Pengelola Data SIKS-NG, Arifuddin Biki, menjelaskan bahwa secara nasional terdapat 20.624.182 keluarga pada Desil 1 hingga 4 yang sebelumnya belum menerima bantuan sosial. Kondisi tersebut mendorong pemerintah pusat untuk menghadirkan stimulus tambahan guna memperluas cakupan penerima manfaat.
“Dengan diterapkannya DTSEN sebagai acuan, pemerintah dapat melihat secara jelas keluarga pada Desil 1–4 yang belum tersentuh bantuan, sehingga kebijakan stimulus dapat lebih tepat sasaran,” ujar Arifuddin.
Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sosial Kesejahteraan (BLTS-Kesra) kepada tambahan 14.422.601 keluarga. Dengan demikian, secara nasional sebanyak 35.046.783 kepala keluarga menerima bantuan sebagai upaya memperkuat daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Khusus di Kabupaten Tolitoli, tercatat 14.950 kepala keluarga berada pada Desil 1–4 dan belum menerima bantuan sosial. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi data, sebanyak 10.588 kepala keluarga dinyatakan layak menerima BLTS-Kesra Tahun 2025. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Sementara itu, sebanyak 12.066 kepala keluarga yang telah menerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan Sembako serta telah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), penyalurannya dilakukan melalui Bank Mandiri. Mekanisme ini dipilih untuk mempermudah proses pencairan karena data penerima telah terintegrasi dengan sistem perbankan.
Arifuddin menegaskan, pemerintah daerah terus berkomitmen melakukan pemutakhiran data secara berkala agar tidak ada masyarakat yang berhak justru terlewatkan dari program bantuan.
“Melalui verifikasi dan validasi yang ketat, kami memastikan bantuan benar-benar diterima keluarga yang memenuhi kriteria, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....