Sekolah Ramadan: Jam Dipangkas, Fokus Karakter
- 20 Feb 2026 14:40 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan Tahun 1447 Hijriah. Kebijakan ini bertujuan menyesuaikan jadwal pembelajaran dengan kondisi puasa agar proses belajar mengajar tetap efektif dan kondusif.
Menindaklanjuti SEB tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Kabupaten Buol dan Tolitoli melakukan penyesuaian skema pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Sekretaris Disdikbud Kabupaten Buol, Mohammad Suyud, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan dengan memajukan jam masuk sekolah serta mengurangi durasi setiap mata pelajaran. Kebijakan tersebut telah dirapatkan sebelum Ramadhan dan dilaksanakan serentak di seluruh satuan pendidikan.
“Mengacu pada Surat Edaran Bersama mengenai skema pembelajaran di bulan Ramadhan, sebelum puasa kami sudah menyesuaikan kalender pendidikan. Hingga hari ini kebijakan tersebut berjalan di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buol,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Tolitoli, Usman Taba, SE., MM., MH., menyampaikan bahwa pihaknya juga memperpendek jam pelajaran dan memprioritaskan materi esensial. Fokus utama diarahkan pada pembinaan karakter siswa agar pembelajaran tetap bermakna dan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
“Kita ingin mewujudkan delapan profil lulusan anak bangsa, salah satunya meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disdikbud Tolitoli berkomitmen terhadap hal tersebut,” ujarnya.
Selain pengaturan jam belajar, kedua daerah juga memaksimalkan pembelajaran daring untuk penguatan karakter dan akhlak. Langkah ini dilakukan guna mengurangi beban fisik siswa yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus meminimalisir kelelahan akibat jarak tempuh ke sekolah.
Sejumlah sekolah di Buol dan Tolitoli juga mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan pembentukan karakter, seperti kajian keagamaan dan pesantren kilat (sanlat). Program ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman spiritual siswa di samping pembelajaran akademik.
Meski terdapat penyesuaian skema pembelajaran, Disdikbud Buol dan Tolitoli menegaskan komitmen untuk tetap menghadirkan pendidikan berkualitas. Peran orang tua juga dinilai penting dalam mendukung proses belajar anak selama Ramadhan, sehingga kegiatan pendidikan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....