Harga Cabai dan Tomat Alami Kenaikan Signifikan

  • 11 Feb 2026 10:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Menjelang bulan suci Ramadhan, aktivitas jual beli di Pasar Susumbolan, Kabupaten Tolitoli, masih terpantau ramai dan berjalan normal. Warga terlihat memadati lapak pedagang untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, serta daging.

Berdasarkan pantauan RRI pada Rabu, 11 Februari 2026, ketersediaan bahan pokok di pasar tersebut secara umum masih aman dan mencukupi. Stok beras dari distributor lokal dilaporkan stabil, sementara pasokan gula dan minyak goreng masih tersedia meski permintaan meningkat. Sejumlah pedagang mengaku telah menambah stok sejak dua pekan terakhir guna mengantisipasi lonjakan pembeli menjelang Ramadhan.

Namun demikian, beberapa komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga secara bertahap. Salah seorang pedagang, Yoris, mengatakan harga cabai kecil, cabai keriting, tomat, dan bawang merah mengalami kenaikan cukup signifikan. Cabai dan bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 50 ribu, sementara cabai keriting naik dari Rp 20–25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Tomat juga naik dari Rp8–9 ribu menjadi sekitar Rp 13 ribu per kilogram.

Menurut Yoris, kenaikan harga tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan, sehingga pedagang harus mendatangkan barang dari luar daerah seperti Gorontalo, Palu, dan Manado. “Seluruh daerah sekarang butuh barang, jadi menyesuaikan pasokan dan harga dari daerah lain. Mau tidak mau, harga di sini ikut naik,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang sembako Devi mengatakan kondisi pasar masih ramai dengan harga yang cenderung naik turun dan belum terlalu memberatkan pembeli. Meski demikian, ia mengakui sebagian pembeli kini berbelanja dalam jumlah lebih sedikit. Devi menyebut beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, namun bawang merah justru turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir.

Untuk komoditas lain, Devi menjelaskan harga minyak goreng berada di kisaran Rp21–23 ribu per liter, sedangkan ukuran lima liter berkisar Rp100–110 ribu. Harga telur mencapai sekitar Rp 65 ribu per rak, meski saat ini stok telur di lapaknya kosong akibat pasokan dari pemasok yang terbatas. “Mungkin karena stoknya kurang, jadi harganya mahal,” ungkapnya.

Devi juga menambahkan bahwa petugas dari Dinas Perdagangan telah melakukan pemantauan dan pengecekan harga ke seluruh pedagang di Pasar Susumbolan dalam beberapa hari terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan.

Secara keseluruhan, kondisi pasar menjelang Ramadhan terpantau kondusif dengan stok bahan pokok yang relatif memadai. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan sinergi antara pedagang, distributor, dan pemerintah daerah, diharapkan kebutuhan pokok warga Kabupaten Tolitoli selama bulan suci Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....