PUPR Buol Tetap Bangun Infrastruktur di Tengah Efisiensi
- 06 Feb 2026 19:03 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buol memastikan tetap melaksanakan sejumlah pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Fokus pembangunan meliputi infrastruktur jalan, air bersih, dan drainase.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buol, Darsyat, ST, saat diwawancarai di Podcast Kominfo, mengungkapkan bahwa pada tahun ini Kabupaten Buol menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp17 miliar. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp13 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sementara Rp4,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan air bersih dan drainase.
“Untuk infrastruktur jalan, tidak hanya difokuskan pada jalan dalam ibukota, tetapi juga jalan kantong produksi,” ujar Darsyat.Jumat(6 Februari 2026)
Selain itu, pembangunan drainase atau kanal juga akan dilakukan di beberapa lokasi percetakan sawah baru yang kerap mengalami genangan air saat musim hujan. Termasuk pula pemeliharaan kanal yang berada di dalam kota.
Khusus untuk jalan dalam kota, penanganan akan difokuskan pada jalur dua arah kawasan perkantoran atau Jalan Batalipu, mulai dari tugu dekat Alfamidi hingga tugu Kantor Samsat. Meski panjang ruas jalan tersebut tidak terlalu jauh, namun karena lebar jalan serta fungsinya sebagai jalur dua arah, kebutuhan anggarannya tergolong cukup besar.
Selain Jalan Batalipu, pekerjaan infrastruktur jalan juga akan dilaksanakan pada ruas Untu–Lokodidi hingga Pelabuhan. Sementara itu, sisa anggaran akan digunakan untuk perbaikan akses Jalan Tayadun. Meski pada tahun ini hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp1 miliar, ruas jalan tersebut dipastikan akan menjadi prioritas pada tahun 2027.
Menanggapi kondisi sejumlah ruas jalan dalam kota yang mengalami kerusakan, Darsyat menyebutkan bahwa pihaknya bersama Bupati Buol terus berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian PUPR. Menurutnya, dibutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk penanganan jalan dalam kota secara menyeluruh.
“Selain itu, kami juga terus mengupayakan bantuan melalui program IJD atau Inpres Jalan Daerah yang sangat berperan dalam membantu penanganan infrastruktur jalan di daerah,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....