Kasus Kekerasan Anak Tertinggi, P2PKBP2A Buol Perkuat Pencegahan
- 04 Feb 2026 15:32 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, - BUOL, Kasus penganiayaan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur menjadi persoalan serius yang kini tengah ditangani secara intensif oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2PKBP2A) Kabupaten Buol.
Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, angka kekerasan anak menempati posisi tertinggi dibandingkan kasus sosial lainnya. Wilayah Kecamatan Biau tercatat sebagai daerah dengan laporan kasus paling menonjol, mengingat wilayah ini merupakan pusat kepadatan penduduk di Kabupaten Buol.
Kepala Dinas P2PKBP2A Kabupaten Buol, Muh Rizal, mengungkapkan bahwa selain kekerasan anak, pihaknya juga menangani berbagai kasus lain yang mengkhawatirkan, di antaranya: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Pernikahan tanpa izin, Penelantaran anak, serta Eksploitasi seksual.
"Penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Perlu kolaborasi lintas sektor, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, hingga aparat kepolisian untuk memberikan penyuluhan hukum yang masif kepada masyarakat," ujar Rizal kepada RRI Rabu 04 Januari 2026
Memasuki tahun 2026, P2PKBP2A Kabupaten Buol telah menyiapkan dua strategi utama untuk menekan angka kekerasan dan penyimpangan sosial seperti Memberikan pemahaman dini kepada siswa mengenai batasan fisik yang boleh dan tidak boleh disentuh, serta cara melindungi diri dari potensi ancaman melibatkan duta Genre melalui siswa SMP dan SMA sebagai fasilitator sebaya. Para remaja dilatih untuk menjadi "corong informasi" dan pelindung bagi teman-temannya.
Menurut Rizal, pola komunikasi antar-remaja seringkali jauh lebih efektif dibandingkan komunikasi formal antara orang tua dan anak. Adanya gap generasi terkadang membuat anak enggan terbuka kepada orang dewasa.
"Komunikasi antar-generasi seringkali berbeda rasa. Melalui Program Genre, para remaja sendiri yang saling mengingatkan dan mengajak rekan sebayanya untuk melakukan hal-hal positif," tambahnya.
Melalui langkah preventif ini, Pemkab Buol berharap angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan secara signifikan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda di masa depan. Red/Naldi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....