Wabup Buol Ajak Orang Tua Rutin Bawa Anak ke Posyandu

  • 21 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL — Wakil Bupati Buol, Dr. Muh. Nasir DJ Dai Marato, mengajak ibu hamil serta para orang tua yang memiliki bayi dan balita untuk rutin membawa anak ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Ajakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Buol.

Wakil Bupati menyebutkan, prevalensi stunting di Kabupaten Buol saat ini mencapai 36,9 persen dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Tengah. Menurutnya, salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah masih rendahnya kunjungan ibu hamil, bayi, dan balita ke Posyandu.

“Posyandu merupakan gerbang awal dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan anak. Melalui penimbangan dan pengukuran yang dilakukan secara rutin setiap bulan, petugas dapat memantau perkembangan berat badan dan pertumbuhan anak,” kata Wakil Bupati, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan, langkah pencegahan dapat segera dilakukan, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak. Salah satunya melalui program GENTING, sehingga kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dan risiko stunting dapat ditekan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, dr. Ariyanto Panambang, mengatakan tingkat kunjungan Posyandu di Kabupaten Buol saat ini baru mencapai 66,4 persen. Artinya, dari 100 bayi yang terdata, baru sekitar 66 bayi yang rutin dibawa ke Posyandu.

Menurut Ariyanto, bayi yang tidak pernah dibawa ke Posyandu menjadi salah satu perhatian pemerintah. Kelompok tersebut dinilai perlu mendapat pemantauan karena dapat menjadi sasaran survei tim penanganan stunting dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data kunjungan Posyandu di 11 kecamatan di Kabupaten Buol hingga September 2026, baru dua kecamatan yang mencatatkan tingkat kunjungan di atas 90 persen, yakni Kecamatan Biau dan Lakea. Sementara itu, kunjungan di sejumlah kecamatan lainnya masih berada di bawah 90 persen.

Angka kunjungan terendah tercatat di Kecamatan Jatimulyo, yakni sebesar 45,7 persen. Dari 687 bayi yang terdata di wilayah tersebut, baru 311 bayi yang rutin dibawa ke Posyandu. Pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu terus meningkat agar gangguan pertumbuhan anak dapat dideteksi lebih dini dan intervensi segera dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....