Hari Pramuka ke-65, Teguhkan Peran dalam Membentuk Generasi Muda
- 15 Agt 2026 10:34 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli — Indonesia memperingati Hari Pramuka Nasional ke-65 pada 14 Agustus 2026. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan Gerakan Pramuka sekaligus meneguhkan kembali peran pendidikan kepramukaan dalam membentuk karakter generasi muda.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan dan diperingati setiap tahun sebagai Hari Pramuka.
Sejarah berdirinya Gerakan Pramuka tidak terlepas dari Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Keputusan yang diterbitkan pada 20 Mei 1961 itu menjadi salah satu tonggak penting dalam pembentukan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan kepanduan di Indonesia.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menyatukan berbagai organisasi kepanduan yang sebelumnya berkembang di Indonesia ke dalam satu wadah, yakni Gerakan Pramuka. Upaya konsolidasi itu dilakukan untuk memperkuat pendidikan kepanduan sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Sebelum Gerakan Pramuka lahir, kegiatan kepanduan telah berkembang di Indonesia sejak masa Hindia Belanda. Berbagai organisasi kepanduan kemudian turut menjadi bagian dari perjalanan sejarah pemuda Indonesia hingga setelah kemerdekaan.
Puncak pengenalan Gerakan Pramuka berlangsung pada 14 Agustus 1961. Saat itu, Presiden Soekarno secara resmi memperkenalkan Gerakan Pramuka kepada masyarakat melalui upacara di halaman Istana Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Panji Gerakan Pramuka diserahkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang kemudian menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pertama. Peristiwa itu menjadi tonggak penting yang kemudian melahirkan peringatan Hari Pramuka setiap 14 Agustus.
Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Nama Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang bermakna orang muda yang suka berkarya.
Melalui berbagai kegiatan kepramukaan, peserta didik diarahkan untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Memasuki usia ke-65, Gerakan Pramuka menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045” pada peringatan Hari Pramuka tahun 2026.
Tema tersebut menekankan pentingnya transformasi organisasi agar semakin modern dan profesional. Gerakan Pramuka juga didorong untuk meningkatkan kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan serta mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Pramuka diharapkan terus menjadi wadah pendidikan karakter, kepemimpinan dan keterampilan bagi generasi muda, sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” demikian semangat yang ditekankan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 dengan demikian bukan sekadar perayaan usia organisasi. Momentum tersebut menjadi pengingat terhadap perjalanan panjang pendidikan kepanduan di Indonesia sekaligus ajakan untuk memperkuat kontribusi Pramuka dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.
Dengan semangat Praja Muda Karana, Gerakan Pramuka diharapkan terus melahirkan kader pemimpin bangsa yang memiliki semangat kebangsaan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....