DP3A Tolitoli Perketat Pengawasan Daycare Demi Perlindungan Anak

  • 06 Mei 2026 10:15 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tolitoli menegaskan pentingnya standarisasi dan pengawasan ketat terhadap lembaga penitipan anak atau daycare di wilayah Kabupaten Tolitoli. Hal ini dilakukan guna memastikan pemenuhan hak anak serta mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap anak di lingkungan pengasuhan alternatif.

Kepala DP3A Kabupaten Tolitoli, Halimah Setioningrum, dalam dialog interaktif bersama RRI Tolitoli, mengungkapkan bahwa kehadiran daycare saat ini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat urban, terutama bagi pasangan suami istri yang keduanya bekerja. Namun, ia mengingatkan bahwa pendirian daycare tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata.

"Mendirikan daycare bukan cuma untuk mencari laba atau profit, tetapi banyak faktor yang harus diperhatikan agar anak merasa terlindungi. Ini adalah pengasuhan alternatif di luar keluarga, sehingga aspek tumbuh kembang, kesehatan, dan keamanan harus menjadi prioritas utama," ujar Halimah.

Berdasarkan data DP3A, saat ini baru terdapat dua tempat penitipan anak yang terpantau di Kabupaten Tolitoli. Halimah menjelaskan bahwa kewenangan pemberian izin operasional berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, namun DP3A memiliki peran krusial dalam melakukan monitoring secara berkala.

Monitoring tersebut mencakup beberapa standar kelayakan, di antaranya:

  1. Kelayakan Bangunan: Memastikan gedung tempat anak beraktivitas aman dan nyaman.
  2. Kesehatan Lingkungan: Menjamin fasilitas di dalam daycare mendukung kesehatan anak.
  3. Kompetensi SDM: Pengasuh wajib memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam mendidik anak, termasuk pemahaman mengenai Konvensi Hak Anak.
  4. Edukasi Pencegahan Kekerasan: Memastikan pengelola memiliki sistem untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik maupun psikis.

Halimah menyoroti bahwa mengasuh anak bukanlah pekerjaan mudah yang bisa dilakukan tanpa keahlian. Pengasuh di daycare diharapkan mampu melatih sensorik, motorik, hingga membantu regulasi emosi anak.

"Mengurus anak itu bukan pekerjaan gampang. Harus ada ilmu dan skill khusus. Kami dari DP3A memiliki peran memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para pengasuh agar mereka paham bagaimana memenuhi hak anak dan melindungi mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, Halimah mengajak para orang tua untuk lebih cerdas dan selektif dalam memilih tempat penitipan anak. Ia mengimbau agar orang tua tidak asal menitipkan anak hanya karena alasan kesibukan, tanpa mengecek kualitas SDM dan legalitas lembaga tersebut.

Langkah penguatan pengasuhan alternatif ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Kedepannya, DP3A berharap dapat memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, untuk membentuk tim terpadu guna memastikan seluruh anak di Tolitoli mendapatkan pengasuhan yang layak, aman, dan membahagiakan meski berada di luar pengawasan langsung orang tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....