Petugas BPS Tolitoli Hadapi Tantangan Bangun Kepercayaan Warga

  • 14 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Di balik progres Sensus Ekonomi 2026 yang terus meningkat, para petugas pencacah lapangan BPS Kabupaten Tolitoli menghadapi berbagai tantangan saat mengumpulkan data dari rumah ke rumah.

Salah satu petugas pencacah, Muhammad Rizal Reynaldi, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya kondisi geografis, tetapi bagaimana membangun kepercayaan masyarakat agar bersedia memberikan data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan sensus.

Menurut Rizal, masih terdapat warga yang enggan ditemui petugas karena terpengaruh informasi negatif yang beredar di media sosial. Sebagian responden bahkan mengira kegiatan sensus berkaitan dengan pendataan bantuan sosial maupun kewajiban perpajakan bagi pelaku usaha.

"Tugas kami di lapangan tidak hanya mencatat, tapi juga memberikan edukasi. Ketika bertemu warga yang ragu, kami harus memberikan probing atau pendekatan yang persuasif," ujar Rizal saat menjadi narasumber dalam dialog di RRI Tolitoli, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, petugas harus memberikan pemahaman secara berulang bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial maupun pemungutan pajak. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menghilangkan keraguan masyarakat sekaligus memastikan data yang diperoleh sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Rizal menambahkan, kesabaran dan konsistensi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pencacahan. Apabila warga belum dapat memberikan informasi saat kunjungan pertama, petugas akan kembali pada waktu berikutnya hingga proses pendataan dapat dilakukan.

Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, petugas resmi BPS dibekali sejumlah identitas. Setiap petugas membawa surat tugas, kartu identitas atau ID card, serta mengenakan atribut berupa rompi sebagai tanda resmi dalam menjalankan tugas di lapangan.

Rizal juga memberikan klarifikasi terkait isu yang sempat viral di media sosial mengenai stiker sensus yang disebut ditempel sebelum proses wawancara. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan kesalahpahaman teknis di lapangan yang telah diklarifikasi dan diselesaikan oleh pihak terkait.

"Kami ini bukan musuh masyarakat. Kami hadir untuk membantu memetakan ekonomi daerah kita. Harapan kami, masyarakat bisa menerima petugas dengan baik dan memberikan data yang jujur, karena data yang tepat sangat membantu kebijakan pemerintah kedepannya," katanya.

Ia berharap masyarakat Tolitoli dapat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas dan memberikan informasi secara jujur. Data yang terkumpul nantinya menjadi salah satu dasar penting dalam menggambarkan kondisi serta perkembangan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....