BMKG Tolitoli Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran saat Kemarau
- 13 Agt 2026 08:07 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, TOLITOLI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tolitoli mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran seiring masuknya puncak musim kemarau di wilayah tersebut.
Kepala Stasiun BMKG Kabupaten Tolitoli, Wahyu Guru Imantoko, mengatakan Kabupaten Tolitoli saat ini telah memasuki musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada September 2026. Kondisi tersebut diperparah fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan mengalami penurunan signifikan dibandingkan kondisi normal.
Dalam dialog interaktif RRI Tolitoli, Kamis (6/8/2026), Wahyu menjelaskan, curah hujan rendah diperkirakan masih berlangsung hingga September mendatang. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi lebih kering dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
“BMKG memprediksi curah hujan rendah akan terjadi di bulan Agustus hingga September ke depan. El Nino kali ini kategorinya menuju kuat hingga sangat kuat, sehingga dampaknya pada pengurangan curah hujan sangat terasa,” ujar Wahyu.
Selain curah hujan yang rendah, suhu udara di Tolitoli juga menunjukkan kondisi yang cukup tinggi. Wahyu menyebut, suhu udara pada Juli 2026 sempat mencapai 33,6 derajat Celsius dan menjadi suhu tertinggi yang tercatat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Menurutnya, peningkatan suhu juga disertai kenaikan kecepatan angin, terutama menjelang siang hingga sore hari. Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran, baik yang dipicu faktor meteorologis maupun kelalaian manusia.
Wahyu juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi meningkatnya penggunaan peralatan pendingin ruangan, seperti AC dan kipas angin, selama cuaca panas. Penggunaan listrik yang lebih tinggi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, khususnya di kawasan padat penduduk.
“Kami tidak bermaksud menakut-nakuti, namun ini adalah bentuk adaptasi. Masyarakat dan seluruh stakeholder harus mulai memitigasi dampak puncak kemarau ini, terutama terkait ketersediaan air bersih dan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran yang dipicu oleh faktor meteorologis maupun kelalaian manusia,” tegasnya.
BMKG Tolitoli juga terus memperbarui pemantauan titik api melalui citra satelit dan sistem peringatan dini Spartan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran sekaligus mendukung langkah penanganan secara cepat.
Jika ditemukan titik api yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, BMKG akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons terhadap potensi kebakaran di wilayah Tolitoli.
Wahyu berharap masyarakat dapat memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG secara bijak dan melakukan langkah antisipasi sejak dini. Kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran serta dampak lain akibat puncak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....