BMKG Rilis Informasi Pendahuluan Gempa M6,7 di Palu, Warga Diminta Tetap Tenang

  • 17 Jun 2026 13:31 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi pendahuluan terkait gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026). Berdasarkan parameter terkini BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kekuatan Magnitudo 6,7 dan kedalaman 10 kilometer.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 1,04 LS - 120,23 BT, atau tepatnya berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.

BMKG menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

Meski memiliki magnitudo yang cukup besar, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Dalam keterangannya, BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa bumi susulan serta kondisi muka laut melalui jaringan pemantauan yang dimiliki. Informasi terbaru akan terus diperbarui dan disampaikan kepada pemerintah daerah, stakeholder terkait, serta masyarakat secara berkala.

"BMKG berkomitmen untuk terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan ketinggian tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut, serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," demikian disampaikan dalam rilis resmi BMKG.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman oleh pihak berwenang. Warga yang berada di wilayah dengan status AWAS dan SIAGA diimbau segera melakukan evakuasi sesuai arahan petugas.

Sementara itu, masyarakat yang berada di wilayah berstatus WASPADA diminta untuk menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengakses dan menyebarluaskan informasi resmi yang berasal dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran hoaks maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus melakukan pemantauan dan analisis lanjutan terhadap perkembangan aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....