El Nino Belum Berdampak Signifikan terhadap Pertanian Tolitoli

  • 02 Agt 2026 09:43 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Fenomena El Nino yang mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Tolitoli. Curah hujan yang masih turun secara berkala membuat aktivitas pertanian, khususnya tanaman padi, tetap berjalan normal.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli, Arsad, mengatakan kondisi cuaca di Tolitoli masih cukup mendukung bagi para petani untuk melaksanakan musim tanam April hingga September. Menurutnya, hujan yang masih mengguyur sejumlah wilayah menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian.

"Walaupun di sebagian wilayah Indonesia El Nino mulai berdampak pada kekeringan, Tolitoli patut bersyukur karena masih diselingi hujan. Petani di sembilan kecamatan masih dapat melaksanakan olah sawah pada musim tanam April hingga September," ujar Arsyad kepada RRI, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi, masih tetap terjaga. Hingga saat ini, para petani masih dapat mengolah lahan serta melakukan penanaman sesuai jadwal musim tanam yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, dari sisi ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Tolitoli memastikan ketersediaan stok beras masih berada dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tolitoli, Muhammad Tang Haji Yahya.

"Stok beras SPHP masih relatif aman dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember mendatang," kata Muhammad Tang Haji Yahya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Perum Bulog, stok beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersedia saat ini mencapai lebih dari 3.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.

Selain memastikan ketersediaan stok pangan, Dinas Ketahanan Pangan bersama Perum Bulog juga berencana menggelar Gerakan Pangan Murah pada Agustus 2026. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Pemerintah Kabupaten Tolitoli optimistis dampak El Nino terhadap ketahanan pangan daerah dapat diminimalkan. Terlebih, produksi beras diperkirakan kembali meningkat saat petani memasuki masa panen raya pada September hingga Oktober mendatang. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi pertanian sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan iklim yang berpotensi mempengaruhi produksi pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....