HMI Tolitoli Siap Gandeng Komunitas Literasi Masuk Pulau Terpencil

  • 21 Mei 2026 15:43 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli mengajak seluruh generasi muda di Kabupaten Tolitoli untuk menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harknas) sebagai refleksi dalam meningkatkan kedisiplinan diri dan bijak menggunakan media sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua HMI Kabupaten Tolitoli, Yogi Sentanu saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif “Tolitoli Menyapa” di Radio Republik Indonesia Tolitoli, Rabu (20/5/2026).

Menurut Yogi, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa awal kebangkitan nasional pada tahun 1908. Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai menjadi tantangan serius yang harus disikapi secara bijak oleh pemuda dan organisasi kepemudaan.

“Problem yang sering terjadi pada anak muda hari ini adalah masalah kedisiplinan. Dulu kita sering mendengar pepatah ‘waktu adalah uang’, tapi sekarang tampaknya itu kurang berlaku karena banyak anak muda yang menyia-nyiakan waktu. Padahal menuju tahun 2045 itu sangat sebentar,” ujar Yogi.

Ia menilai, bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan maupun keterlibatan aktif dalam organisasi positif seperti HMI, Pramuka, dan organisasi kemahasiswaan lainnya.

Selain itu, Yogi juga menanggapi keluhan masyarakat Pulau Simatang terkait minimnya fasilitas pendidikan dan pembangunan. Ia menegaskan HMI Tolitoli siap berkolaborasi membantu masyarakat di wilayah terpencil melalui program pembelajaran nonformal dan literasi.

“Kami memiliki banyak anggota HMI yang berasal dari Pulau Simatang. Terkait keluhan masyarakat di sana, kami akan berupaya menugaskan rekan-rekan pengurus untuk membantu memfasilitasi kebutuhan mereka, paling tidak melalui program pembelajaran non-formal atau literasi untuk mencerdaskan anak bangsa di pulau terpencil,” tambahnya.

Di akhir dialog, Yogi mengingatkan pemuda agar menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi isu negatif di media sosial, serta menjauhi narkoba yang dinilai menjadi ancaman besar bagi generasi muda.

“Mari kita sama-sama menjaga kekompakan dan yang paling berdampak adalah mari kita jauhi narkoba. Karena jujur, salah satu hal yang paling merusak generasi muda dan kedaulatan bangsa hari ini adalah narkoba,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....