BMKG Imbau Warga Tolitoli dan Buol Tingkatkan Siaga Gempa

  • 27 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Masyarakat di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi. Imbauan tersebut disampaikan mengingat kedua daerah berada di wilayah dengan tingkat kerawanan gempa yang cukup tinggi akibat kondisi geologi Sulawesi Tengah yang dikelilingi sejumlah patahan aktif.

Kepala BMKG Tolitoli, Wahyu, mengatakan wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol, berada di kawasan yang diapit oleh beberapa patahan aktif sehingga aktivitas kegempaan relatif sering terjadi. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk memiliki pemahaman yang baik mengenai langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material.

"Kenapa Buol dan Tolitoli sering dilanda gempa bumi, karena wilayah Sulawesi Tengah diapit beberapa lempeng dan patahan aktif. Di bagian utara ada patahan, di bagian barat juga terdapat patahan. Oleh karena itu kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan," ujar Wahyu, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Wahyu, salah satu bentuk mitigasi yang paling penting adalah memastikan rumah maupun bangunan publik dibangun dengan memperhatikan standar konstruksi tahan gempa. Selain itu, masyarakat juga perlu mengetahui jalur evakuasi yang tersedia di sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, maupun fasilitas pelayanan publik lainnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan diri mengenali lingkungan sekitar, termasuk lokasi pintu darurat dan titik kumpul yang telah disiapkan. Pengetahuan tersebut akan membantu masyarakat mengambil tindakan yang tepat ketika gempa terjadi sehingga dapat mengurangi risiko kepanikan.

"Kalau masyarakat sudah siap dan mengetahui apa yang harus dilakukan, maka kepanikan bisa diminimalkan. Saat panik, seseorang biasanya sulit mengambil keputusan yang tepat ketika terjadi bencana," jelas Wahyu.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Muhammad Kachfi Mardjuni, mengatakan pihaknya terus memperkuat upaya mitigasi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi maupun potensi tsunami. Salah satunya melalui pemetaan jalur evakuasi dan penentuan titik kumpul di sejumlah wilayah yang dinilai rawan.

Menurutnya, jalur evakuasi dan titik kumpul tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat agar dapat dipahami dan dimanfaatkan ketika terjadi keadaan darurat. BPBD berharap seluruh warga mengetahui lokasi aman yang dapat dijangkau dengan cepat apabila terjadi gempa bumi berkekuatan besar.

"Kami sudah menyiapkan dan memetakan jalur-jalur evakuasi serta titik kumpul yang bisa diakses masyarakat ketika terjadi gempa besar maupun potensi tsunami. Sosialisasi juga terus kami lakukan agar masyarakat mengetahui lokasi yang aman," kata Muhammad Kachfi Mardjuni.

Selain kesiapsiagaan fisik, BPBD Buol juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi kebencanaan dengan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta selalu mengakses informasi resmi dari BMKG maupun BPBD agar tidak terpengaruh hoaks yang dapat memicu kepanikan saat terjadi bencana.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana, pemerintah berharap risiko yang ditimbulkan akibat gempa bumi dapat ditekan. Kesiapsiagaan, edukasi, serta akses terhadap informasi resmi menjadi kunci dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....