HAN 2026: Forum Anak Daerah Tolitoli Suarakan Hak & Stop Kekerasan!
- 25 Jul 2026 17:00 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 yang jatuh pada hari, Kamis, 23 Juli 2026, menjadi momentum krusial bagi generasi muda di Kabupaten Tolitoli untuk menyerukan hak-haknya. Melalui Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Tolitoli, suara anak-anak disuarakan secara lantang dari dua sudut pandang utama: penguatan karakter internal anak dan desakan aksi nyata dari para pemangku kebijakan.
Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Tolitoli, Ismail, menekankan pentingnya keberanian anak-anak untuk mengekspresikan diri dan membangun potensi tanpa rasa takut. Ismail mengajak seluruh anak di Tolitoli untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak perubahan di lingkungannya.
"Sebagai Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Tolitoli, saya mengajak seluruh anak untuk berani bermimpi, berani menyampaikan pendapat, dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki tanpa takut menjadi diri sendiri. Jadilah generasi yang peduli, berprestasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar," ujar Ismail (Kamis, 23 Juli 2026).
Ismail juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pendukung yang aman bagi tumbuh kembang anak.
"Harapan saya, semoga pemerintah, keluarga, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat terus bersinergi dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan ruang yang aman dan bermakna bagi partisipasi anak. Mari bersama mewujudkan Tolitoli sebagai Kabupaten Layak Anak, tempat di mana setiap anak merasa didengar, dihargai, dilindungi, dan diberdayakan," tambahnya.
Mengusung pesan semangat tahun ini, Ismail menutup dengan seruan optimis:
"Selamat Hari Anak Nasional 2026. Anak Hebat, Indonesia Kuat. Suara Anak Didengar, Hak Anak Terpenuhi."
Sementara itu, dari sudut pandang advokasi dan kebijakan publik, Wakil Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Tolitoli, Muhammad Hafizh R. Mukarram, memberikan sorotan tajam terkait keterlibatan anak dalam setiap kebijakan daerah serta penghentian kekerasan terhadap anak secara total.
Hafizh menegaskan bahwa mewujudkan Generasi Emas tidak bisa sekadar menjadi slogan, melainkan harus dimulai dari pemenuhan hak dasar anak saat ini.
"Saya sangat berharap seluruh instansi pemerintahan maupun non-pemerintahan bisa mempedulikan anak-anak di Tolitoli. Saya sangat berharap hak-hak anak dapat terpenuhi, suara kami didengar, dan setiap kebijakan serta pembangunan dapat merujuk kepada kebutuhan kami. Karena menciptakan Generasi Emas hanya bisa tercipta sedari dini. Dan yang terakhir, saya harap seluruh kekerasan terhadap anak tidak ada lagi," tegas Hafizh.
Tak lupa, Hafizh memberikan pesan membakar semangat bagi sebaya-sebayanya agar tidak berhenti memperjuangkan hak dan cita-cita mereka.
"Pesan saya, jangan pernah menyerah dalam menyuarakan suara kita. Kitalah yang menjadi penerus bangsa, penerus Kabupaten Tolitoli. Banyak pihak yang sedang memperjuangkan hak kita, jangan sia-siakan. Belajarlah, berjuanglah, dan jadilah generasi emas bangsa Indonesia," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....