Hari Kontrasepsi Sedunia, Dorong Akses KB yang Aman dan Berkualitas
- 28 Sep 2026 16:14 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya informasi, layanan, serta pilihan kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kebutuhan dalam perencanaan keluarga.
UNFPA mencatat, masih banyak perempuan di dunia yang belum dapat menentukan jumlah anak yang diinginkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan akses terhadap kontrasepsi maupun terbatasnya pilihan metode yang tersedia.
Kontrasepsi merupakan bagian penting dari layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut, perencanaan keluarga memungkinkan seseorang menentukan jumlah anak sekaligus mengatur jarak kehamilan. Akses terhadap informasi dan layanan kontrasepsi juga menjadi bagian penting dari kesehatan serta hak setiap individu.
WHO memperkirakan sekitar 164 juta perempuan usia reproduktif yang ingin menggunakan kontrasepsi masih memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi. Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain keterbatasan akses, pilihan metode yang terbatas, kekhawatiran terhadap efek samping, hambatan sosial dan budaya, serta kualitas pelayanan kesehatan yang belum merata.
Memasuki peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, WHO memperluas informasi mengenai pilihan kontrasepsi yang aman dan efektif. Sejumlah pilihan tersebut mencakup pil kontrasepsi, implan, alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD, kontrasepsi darurat, serta metode lainnya. WHO menekankan pentingnya pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang memadai dan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
Selain mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, keluarga berencana berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. WHO menyebut, pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan ibu maupun kematian yang berkaitan dengan kehamilan. Perencanaan kehamilan juga memungkinkan keluarga mempersiapkan kebutuhan kesehatan, pendidikan dan ekonomi secara lebih terencana.
Di Indonesia, isu keluarga berencana menjadi bagian dari pembangunan keluarga dan kependudukan. UNFPA Indonesia pada peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 mencatat unmet need atau kebutuhan KB yang belum terlayani berada di angka 11,5 persen, sementara target yang disebutkan saat itu sebesar 7,4 persen. UNFPA bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus mendorong perluasan akses serta peningkatan kualitas layanan kesehatan reproduksi dan KB.
Pada 25 September 2026, sehari sebelum Hari Kontrasepsi Sedunia, WHO juga mengumumkan perluasan program prakualifikasi alat kesehatan untuk mencakup lebih banyak produk penting, termasuk kondom pria dan perempuan serta IUD. Program tersebut ditujukan untuk membantu memastikan produk yang digunakan masyarakat memenuhi standar kualitas, keamanan dan kinerja. Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 menjadi kesempatan memperkuat edukasi kesehatan reproduksi serta memastikan masyarakat memperoleh informasi akurat dan layanan berkualitas, sehingga keputusan perencanaan keluarga dapat dibuat berdasarkan informasi kesehatan yang memadai dan sesuai kondisi masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....