Cara memilih ikan yang masih segar

  • 28 Jul 2026 11:17 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Ikan kaya akan protein tinggi, asam lemak omega-3, vitamin D, serta mineral penting bagi tubuh. Memilih ikan segar tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga dengan keamanan pangan. Tidak jarang, tampilan luar ikan terkadang bisa menipu. Ikan yang terlihat mengkilat belum tentu layak dikonsumsi, terutama jika bagian dalamnya sudah mulai mengalami pembusukan.

Dilansir dari Alodokter berikut ini ciri-Ciri Ikan Segar yang Mudah Dikenali yaitu :

1. Mata jernih dan menonjol

Mata merupakan salah satu indikator utama dalam cara memilih ikan segar. Ikan yang masih segar umumnya memiliki mata yang jernih, bening, dan tampak bersinar, menyerupai bola kaca. Selain itu, bentuknya terlihat menonjol atau sedikit keluar, bukan cekung ke dalam. Sebaliknya, mata yang tampak keruh, kusam, keabu-abuan, atau mulai cekung menandakan ikan sudah tidak segar dan mulai mengalami proses pembusukan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan cairan di sekitar bola mata seiring berjalannya proses pembusukan alami.

2. Insang berwarna merah terang

Bagian insang dapat diperiksa dengan membuka penutup insang yang terletak di bawah kepala ikan. Pada ikan yang segar, insang berwarna merah cerah, tampak bersih, dan sedikit lembab tanpa lendir berlebihan. Warna merah terang ini menandakan kondisi ikan masih baik dan belum mengalami penurunan kualitas. Sebaliknya, jika insang berubah menjadi coklat, abu-abu, atau pucat, serta terlihat berlendir tebal atau justru kering, hal ini menunjukkan bahwa ikan sudah tidak segar dan proses pembusukan telah berlangsung.

3. Daging kenyal dan elastis

Tekstur daging merupakan salah satu tanda paling mudah untuk menilai kesegaran ikan. Saat permukaan tubuh ikan ditekan dengan jari, daging ikan segar akan terasa padat, kenyal, dan elastis, serta dapat kembali ke bentuk semula dengan cepat. Kondisi ini menandakan jaringan otot ikan masih utuh dan belum mengalami kerusakan. Sebaliknya, daging ikan yang sudah tidak segar biasanya terasa lembek, berair, atau mudah hancur saat disentuh. Jika bekas tekanan jari tidak kembali rata, sebaiknya hindari memilih ikan tersebut.

4. Sisik menempel kuat di kulit

Sisik merupakan salah satu indikator penting dalam cara memilih ikan segar. Pada ikan yang masih segar, sisik akan menempel kuat di kulit, tidak mudah lepas, serta terasa halus dan licin saat disentuh. Ketika dipegang atau diusap, sisik juga tidak mudah rontok. Selain itu, kulit ikan segar memiliki lapisan lendir tipis yang terasa licin alami, bukan lengket atau berlendir tebal. Sebaliknya, jika sisik banyak yang rontok atau kulit terasa lengket dan berlendir berlebihan, hal ini menandakan ikan sudah tidak dalam kondisi segar dan sebaiknya dihindari.

5. Aroma segar khas laut atau sungai

Sebelum membeli, cobalah mencium aroma ikan. Ikan yang segar memiliki bau alami yang lembut dan segar, menyerupai aroma laut atau sungai, serta tidak menyengat di hidung. Aroma ini juga tidak terlalu amis. Sebaliknya, bau yang tajam, asam, atau menyerupai amonia menjadi tanda bahwa ikan sudah tidak segar dan berpotensi tidak aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dengan aroma menyengat karena dapat menandakan adanya aktivitas bakteri pembusuk.

6. Perut utuh dan tidak mengeluarkan cairan

Bagian perut ikan juga dapat menjadi indikator penting dalam menilai kesegarannya. Pada ikan segar, perut biasanya tampak utuh, tidak mudah robek, dan bagian dalamnya masih padat serta terjaga. Saat ditekan, tidak keluar cairan berlebihan maupun bau yang tidak sedap. Sebaliknya, perut ikan yang sudah tidak segar cenderung mudah pecah, terasa lembek, dan dapat mengeluarkan cairan berwarna putih atau kekuningan yang berbau tidak sedap. Kondisi ini menandakan bahwa proses pembusukan telah berlangsung di dalam tubuh ikan, sehingga sebaiknya dihindari.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....