Usaha Minuman Rimpang Kian Diminati Masyarakat

  • 09 Jul 2026 14:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Berawal dari kebiasaan membaca buku tentang tanaman herbal, Rintah kini berhasil mengembangkan usaha minuman sehat berbahan dasar rimpang yang mulai dikenal masyarakat. Usaha tersebut lahir dari pengalaman pribadinya yang merasakan manfaat setelah rutin mengkonsumsi ramuan herbal racikannya.

Rintah mengatakan, awalnya ia hanya membuat minuman rimpang untuk dikonsumsi sendiri. Setelah mengkonsumsinya selama lebih dari sebulan, ia merasakan tubuh menjadi lebih bugar, nyeri-nyeri badan berkurang, haid menjadi lebih lancar, keputihan berangsur hilang, hingga pencernaan menjadi lebih baik.

“Awalnya saya hanya coba membuat untuk diri sendiri setelah membaca buku tentang herbal. Setelah rutin minum, badan terasa lebih enak. Tetangga kos saya juga ikut mencoba dan menyukainya karena rasanya enak. Bahkan, radang tenggorokan dan amandelnya juga membaik. Dari situ saya berpikir kenapa tidak dijadikan usaha karena manfaatnya luar biasa,” ungkap Rintah saat ditemui rri.co.id, Rabu 8 Juli 2026.

Menurutnya, minuman tersebut dibuat dari perpaduan jahe, sereh, kunyit, ketumbar, daun pandan, dan kayu manis. Kombinasi bahan alami tersebut kaya akan antioksidan yang dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan peradangan, melancarkan pencernaan, serta memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya.

Rintah menjelaskan, setiap bahan memiliki khasiat tersendiri. Jahe membantu menghangatkan tubuh dan mengurangi nyeri, sereh melancarkan peredaran darah, kunyit membantu melawan infeksi dan peradangan, ketumbar berperan menjaga keseimbangan tubuh, sementara daun pandan dan kayu manis memberikan manfaat tambahan sekaligus cita rasa yang khas. Menurutnya, perpaduan seluruh bahan tersebut juga berfungsi sebagai detoks alami bagi tubuh.

Saat ini, usahanya menawarkan dua varian, yakni varian manis menggunakan gula merah dan varian original tanpa gula merah. Produk dikemas dalam botol plastik berukuran 250 mililiter dengan harga Rp 13 ribu per botol dan dapat bertahan selama lima hingga enam hari jika disimpan di dalam lemari pendingin.

Untuk pemasaran, Rintah masih mengandalkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Ke depan, ia berencana memperluas jangkauan pemasaran dengan menitipkan produknya di rumah makan maupun tempat olahraga agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Rintah menambahkan, kepercayaan konsumen dibangun melalui penggunaan bahan alami, proses produksi yang higienis, serta pencantuman komposisi yang jelas pada setiap kemasan. Ia meyakini cita rasa menjadi faktor utama agar konsumen kembali membeli produknya.

“Kalau rasanya enak, orang akan datang lagi. Setelah mereka merasakan manfaatnya untuk kesehatan, biasanya mereka akan bercerita kepada orang lain. Dari situlah pelanggan terus bertambah. Alhamdulillah sekarang sudah memiliki pelanggan tetap,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....