Hutang Berlebihan Berisiko Ganggu Kondisi Keuangan dan Mental
- 10 Jun 2026 13:59 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Perilaku berhutang yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, tidak hanya terhadap kondisi keuangan, tetapi juga kesehatan mental seseorang. Hal tersebut terungkap dalam penelitian mengenai Faktor-faktor Psikologis Perilaku Berhutang pada Karyawan Berpenghasilan Tetap yang dilakukan oleh Theda Renanita dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa tingginya penggunaan kredit konsumtif memiliki sejumlah risiko. Menurut Paquette dalam Fan, salah satu dampaknya adalah berkurangnya kemampuan konsumsi di masa depan karena sebagian pendapatan harus dialokasikan untuk membayar cicilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas ekonomi individu maupun keluarga.
Selain itu, tingginya kredit konsumtif juga berpotensi meningkatkan risiko kebangkrutan perorangan serta tingginya tingkat kelalaian pembayaran utang. Ketika seseorang tidak mampu memenuhi kewajiban kredit akibat penggunaan yang berlebihan, berbagai konsekuensi finansial dapat terjadi, mulai dari penurunan kondisi ekonomi hingga penyitaan aset seperti rumah.
Dampak hutang tidak hanya dirasakan dari sisi finansial. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa individu dengan jumlah hutang yang tinggi cenderung mengalami tekanan psikologis yang lebih besar. Mereka lebih sering merasakan kecemasan, kegugupan, hingga gangguan tidur dibandingkan mereka yang memiliki tingkat hutang lebih rendah.
Perilaku berhutang juga dapat dipengaruhi oleh faktor sosial. Keinginan untuk diterima dalam lingkungan sosial atau mengikuti gaya hidup tertentu sering kali menjadi pendorong seseorang mengambil kredit atau berhutang di luar kemampuan finansialnya.
Dari perspektif rumah tangga, keputusan untuk berhutang umumnya tidak diambil secara individu sebab melibatkan pasangan dan dipengaruhi oleh kualitas hubungan serta status pernikahan.
Komunikasi yang baik antar pasangan juga berperan penting selama proses pelunasan hutang. Oleh karena itu, keterbukaan dalam mengelola keuangan keluarga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu mencegah masalah keuangan yang lebih besar di kemudian hari.
Para ahli menilai bahwa keputusan berhutang sebaiknya didasarkan pada kebutuhan yang jelas dan kemampuan membayar yang realistis. Dengan perencanaan keuangan yang matang serta komunikasi yang baik dalam keluarga, risiko dampak negatif akibat hutang dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....