Mengenal Mythomania, Kebiasaan Berbohong yang Dapat Mengganggu Kehidupan Sosial

  • 30 Mei 2026 19:16 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Mythomania merupakan kondisi ketika seseorang memiliki kecenderungan berbohong secara berulang dan berlebihan, bahkan tanpa tujuan yang jelas. Kebiasaan ini dapat memengaruhi hubungan sosial, lingkungan kerja, hingga kehidupan pribadi penderitanya.

Dalam dunia psikologi, mythomania sering dikenal sebagai pathological lying atau kebiasaan berbohong patologis. Seseorang yang mengalami kondisi ini dapat menciptakan cerita yang tidak sesuai fakta dan mengulanginya secara terus-menerus hingga dipercaya oleh orang lain maupun dirinya sendiri.

Psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan berbohong sesekali berbeda dengan mythomania. Pada kondisi mythomania, kebohongan dilakukan secara berulang dan menjadi pola perilaku yang sulit dikendalikan.

Berbagai faktor dapat memengaruhi munculnya perilaku tersebut, mulai dari kebutuhan mendapatkan perhatian, keinginan meningkatkan citra diri, hingga pengalaman psikologis tertentu yang pernah dialami seseorang.

Mythomania bukan termasuk gangguan mental yang berdiri sendiri dalam klasifikasi diagnosis kesehatan jiwa. Namun, kondisi ini dapat berkaitan dengan sejumlah gangguan kepribadian atau masalah kesehatan mental lainnya yang memerlukan penanganan profesional.

Tanda-tanda seseorang mengalami mythomania antara lain sering menceritakan hal yang tidak sesuai kenyataan, mengubah detail cerita secara berulang, serta kesulitan mempertahankan konsistensi informasi yang disampaikan.

Dampak dari kebiasaan tersebut dapat menurunkan tingkat kepercayaan orang lain. Dalam jangka panjang, hubungan sosial, pertemanan, maupun hubungan keluarga dapat terganggu akibat sulitnya membedakan informasi yang benar dan tidak benar.

Para ahli menyarankan individu yang merasa memiliki kecenderungan berbohong secara berlebihan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental. Pendampingan profesional dapat membantu mengidentifikasi penyebab perilaku tersebut sekaligus menemukan strategi penanganan yang tepat.

Selain itu, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga berperan penting dalam membantu seseorang membangun komunikasi yang lebih jujur dan sehat.

Meningkatkan kesadaran tentang mythomania diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa kebiasaan berbohong berlebihan bukan sekadar persoalan perilaku, tetapi dapat berkaitan dengan kondisi psikologis yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....